Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Wapres Ucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya Korban Banjir

Jumat 03 Jan 2020 14:16 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden KH Ma

Wakil Presiden KH Ma

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wapres menyampaikan rasa prihatin, duka cita atas banyak yang meninggal korban banjir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam musibah banjir di sebagian wilayah di Jabodetabek sejak Rabu (1/1) hingga Jumat (3/1) hari ini. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir di wilayah Jabodetabek berjumlah 43 orang.

"Saya menyampaikan rasa prihatin, duka cita atas banyak yang meninggal korban banjir," ujar Kiai Ma'ruf kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (3/1).

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat yang terdampak banjir tetap bersabar dalam menghadapi musibah banjir tersebut. Kiai Ma'ruf pun mengimbau agar masyarakat yang wilayahnya masih terendam untuk mengikuti petunjuk petugas demi alasan keselamatan.

"Tetap memperhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh para petugas kita di lapangan dalam menangani banjir, sebab supaya demi kebaikan dan keselamatan," ujar Kiai Ma'ruf.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan korban banjir Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten bertambah. Jumlahnya kini menjadi 43 jiwa.

"Korban bertambah menjadi 43 jiwa menurut data hingga Jumat, pukul 09.00 WIB. Korban terbanyak akibat terseret arus banjir dan tertimbun tanah longsor," kata dia dikutip dari portal resmi BNPB di Jakarta, Jumat (3/1).

Agus mengatakan korban meninggal dunia terbanyak di Kabupaten Bogor 16 orang, disusul Kabupaten Lebak (8), Jakarta Timur (7), Kota Depok dan Kota Bekasi, masing-masing tiga orang, serta Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bekasi, masing-masing satu orang.

Selain terseret arus banjir sebanyak 17 orang dan tertimbun tanah longsor sembilan orang, korban jiwa juga terjadi karena tersengat arus listrik delapan orang dan hipotermia tiga orang. Sebanyak lima orang lainnya masih dalam pendataan dan satu orang dilaporkan masih hilang.

Korban yang terseret arus banjir paling banyak berasal dari Kabupaten Bogor, 11 orang, Jakarta Timur (3), serta Jakarta Barat, Kota Bekasi, dan Kabupaten Lebak, masing-masing satu orang.

Korban yang tertimbun tanah longsor berasal dari Kabupaten Lebak empat orang, Kota Depok (3), Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor, masing-masing satu orang. Korban yang tersengat arus listrik berasal dari Kabupaten Lebak dan Kota Bekasi, masing-masing dua orang serta Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, masing-masing satu orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA