Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Kasus Pengrusakan Bandara Sorong Masih Diselidiki

Jumat 03 Jan 2020 09:21 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Bangkai mobil milik Polisi di parkiran Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Polisi belum menemukan pelaku penyerangan dan pengrusakan bandara Domine Eduard Osok.

Bangkai mobil milik Polisi di parkiran Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Polisi belum menemukan pelaku penyerangan dan pengrusakan bandara Domine Eduard Osok.

Foto: Antara/Olha Mulalinda
Polisi belum menemukan pelaku pengrusakan bandara Domine Eduard Osok Kota Sorong.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Kepolisian Resor Sorong Kota, Papua Barat masih menyelidiki kasus penyerangan dan pengrusakan terminal penumpang bandara Domine Eduard Osok Kota Sorong pada kerusuhan Agustus 2019. Kapolres Sorong Kota AKBP Mariochristy PS Siregar mengatakan bahwa pihaknya masih mencari para pelaku pengrusakan fasilitas negara tersebut.

Mariochristy, di Sorong, Jumat, mengatakan bahwa dalam pengungkapan kasus ini kepolisian bertindak sangat hati-hati. Apalagi, tahapannya masih dalam penyidikan atau mencari dan mengumpulkan bukti-bukti.

Menurut dia, pelaku pengrusakan terminal penumpang bandara Domine Eduard Osok Sorong memang belum ditemukan. Sementara itu, pelaku pengrusakan lainnya pada kerusuhan pada Agustus 2019 sudah diproses.

"Kami sedang memproses 11 tersangka pengrusakan lainnya pada kerusuhan rasisme Agustus 2019 dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke kejaksaan guna proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Mariochristy menyampaikan bahwa pihaknya terbuka dalam penyelidikan kasus kerusakan pada kerusuhan Agustus 2019. Dia berharap jurnalis mengawal proses hukum kasus tersebut dengan pemberitaan hingga selesai di pengadilan.

Kerusuhan Agustus 2019 di Kota Sorong adalah aksi protes masyarakat terhadap pengepungan dan ungkapan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya. Aksi protes masyarakat terhadap tindakan rasisme tersebut berakhir ricuh dan pengrusakan serta pembakaran sejumlah fasilitas umum di Kota Sorong. Salah satunya pengrusakan terminal bandara Domine Eduard Osok yang merupakan bandara transit pariwisata Raja Ampat.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA