Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Ulah Pengunjung Kedai Kopi yang Bikin Barista Geregetan (1)

Jumat 03 Jan 2020 07:43 WIB

Rep: MGROL 125/ Red: Reiny Dwinanda

Kedai kopi. Ada saja polah pengunjung yang membuat barista dan pegawai kedai kopi geregetan.

Kedai kopi. Ada saja polah pengunjung yang membuat barista dan pegawai kedai kopi geregetan.

Foto: EPA
Ada saja kelakuan pengunjung kedai kopi yang membuat barista geregetan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedai kopi merupakan tempat yang nyaman untuk menikmati minuman di sepanjang hari. Kedai kopi juga menjadi tempat bertemu teman-teman dan menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Dilansir Insider, menurut karyawan kedai kopi, sekelompok barista, dan mantan karyawan, ada beberapa perilaku yang harus dihindari para pengunjung. Kelakuan pelanggan seperti ini bisa membuat para karyawan kedai kopi geregetan. Berikut bagian pertama dari dua tulisan.

Mengeluh kepada para barista tentang harga
Harga minuman di kedai kopi biasanya dapat naik dengan cepat, terutama jika pengunjung memesan minuman rumit yang terbuat dari kacang berkualitas tinggi. Mengeluh tentang harga merupakan suatu hal yang tidak disukai para karyawan kedai kopi.

"Keluhan yang sering pelanggan ucapkan kepada kami adalah tentang harga," kata pemilik toko kopi Adam McIntyre dari The Pedlar di Pai, Thailand, kepada Insider.

Baca Juga

McIntyre menjelaskan, ada alasan yang membuat minuman diberi harga tertentu. Kualitas produk dan tenaga kerja yang membuatnya menjadi faktor penentu.

Mengambil uang receh di stoples tip untuk membayar pesanan
Selama berada di kedai kopi, jangan sekalipun mengambil uang receh dari stoples tip, bahkan jika kekurangan uang tunai. Beberapa barista mengatakan, mereka sering melihat tamu-tamu mengambil ke dalam stoples tip saat kekurangan uang tunai untuk membayar minuman mereka.

Mantan barista Crystal Diaz mengatakan, ini adalah salah satu hal terburuk yang sering dilihatnya dari pelanggan. "Jika mereka tidak memiliki cukup uang, pelanggan akan mengambilnya dari stoples tip untuk membayar kami," katanya.

Ketika barista menyampaikan bahwa itu merupakan uang tip untuk mereka dan meminta agar tidak mengambilnya, ada saja tamu kedai kopi yang ngeles. Hal ini dapat menciptakan suasana negatif antara pelanggan dan barista.

Membuang cairan ke kantong sampah
Diaz mengatakan, pelanggan harus menghindari membuang cairan ke dalam tempat sampah. Ia mengingatkan, itu dapat membuat kekacauan besar.

"Membuang cairan ke tempat sampah dapat menyebabkan kebocoran kantong sampah dan menyebabkan bau. Bahkan terkadang sisa minuman yang masih panas bisa melelehkan kantong tersebut," katanya.

Jika ingin menambahkan creamer ke minuman, Diaz menyarankan agar pengunjung meminta barista untuk tak mengisi penuh cangkirnya ketika memesan minuman. Dengan begitu, mereka tak perlu membuang minuman kopi panasnya ke tempat sampah.

Pesan untuk bawa pulang, tapi malah minum di kedai
Sebagai pelanggan, sebenarnya tidak masalah jika Anda berubah pikiran ketika sudah pesan untuk bawa pulang kemudian memutuskan untuk meminumnya di kedai kopi. Akan tetapi, kalau banyak pelanggan yang berperilaku seperti ini tentu akan merepotkan barista.

"Ini menjengkelkan karena kami sudah meluangkan waktu untuk membungkus makanan ke dalam wadah, meletakkan makanan di dalam kantong, dan menambahkan peralatan plastik dan serbet, jika pelanggan ternyata membukanya di kedai," kata Alexa Shunk, yang pernah mengelola sebuah kedai kopi di New Jersey.

Shunk juga mengatakan bahwa tambahan, seperti kantong kertas dan peralatan plastik,  berarti biaya ekstra. Ia akan sangat menghargai jika pelanggan mengatakan dengan jujur di mana mereka ingin menikmati pesanannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA