Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

DLHK Depok Evakuasi Puluhan Makam yang Tertimbun Longsor

Kamis 02 Jan 2020 19:20 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi tanah longsor.

Ilustrasi tanah longsor.

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Pemindahan puluhan makam tersebut sudah mendapat persetujuan ahli waris.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengevakuasi puluhan makam warga yang tertimbun longsor di RW 02, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Kamis (2/1). Puluhan makam tersebut di evakuasi ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik DLHK Kota Depok di Kampung Kekupu, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

"Pemindahan puluhan makam tersebut sudah mendapat persetujuan ahli waris. Ada 31 makam yang dievakuasi," kata Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati.

Menurut Ety, evakuasi puluhan makam, diambil tulang belulang sedapatnya, lalu dipindahkan ke TPU Kepupu. "Pemakaman ini di evakuasi karena tertimbun musibah bencana tanah longsor yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu," kata dia.

Dia mengungkapkan, untuk evakuasi makam warga ini dikerahkan puluhan orang terdiri dari petugas DLHK Kota Depok, Koramil 05 Sawangan, dan berbagai Ormas. "Totalnya ada 27 petugas dari DLHK Kota Depok yang dibantu 10 orang dari petugas Pemakaman Kekupu dan TNI dari Koranmil Sawangan. Evakuasi berjalan lancar dan sudah selesai semua," tutur Ety.

Camat Sawangan Herry Restu Gumelar menambahkan, terjadinya tanah longsor akibat adanya intensitas hujan yang tinggi, sehingga air permukaan naik dan menggerus tanah sekitar lokasi dan sebagian pemakaman warga longsor dan sebagian lagi tertimbun tanah longsor.

"Kebetulan makam itu ada di sepadan dan tertimbun longsor. Berdasarkan informasi sudah ada dua makan yang hanyut. Total seluruh makan yang longsor dan tertimbun longsor ada 31 makam," ungkap Herry.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA