Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Pemprov Sumbar Salurkan Bantuan Korban Wamena Pekan Depan

Kamis 02 Jan 2020 17:38 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menemui ratusan warga perantau di Makodim  Wamena,

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menemui ratusan warga perantau di Makodim Wamena,

Foto: Dok Pemprov Sumbar
Dana bantuan yang akan disalurkan Pemprov Sumbar senilai Rp 2,6 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mulai menyalurkan dana bantuan buat korban tragedi kemanusiaan di Wamena pada Senin (6/1) pekan depan. Jumlah dana bantuan yang akan disalurkan Pemprov Sumbar buat perantau asal Sumbar di Wamena senilai Rp 2,6 miliar. Uang tersebut berasal dari bantuan dari berbagai pihak seperti tokoh-tokoh asal Sumbar, organisasi, komunitas dan lain-lain.

"Mudah-mudahan Senin nanti sudah bisa kita bayarkan," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kamis (2/1).

Penyaluran bantuan ini menurut Nasrul sedikit mengalami keterlambatan karena kebutuhan akurasi data penerima bantuan. Hingga hari ini, pihaknya kata Nasrul masih membahas data yang belakang sering berubah-ubah. Karena ada banyak pihak yang datang mengadu ke Pemprov Sumbar dan mengaku sebagai korban tragedi Wamena.

Total bantuan yang ada sekarang menurut Nasrul Abit sekitar Rp 3,6 miliar. Pemprov menyalurkan Rp 2,6 miliar untuk tahap awal. Sisanya akan disalurkan setelah data korban benar-benar valid.

"Yang sudah valid, kita salurkan saja dulu biar tidak terlalu lama," ujar Nasrul Abit.

Nasrul menambahkan bantuan akan disalurkan bagi perantau Minang yang memilih pulang kampung ke Sumbar. Sementara perantau Minang yang bertahan di Wamena tidak diberikan bantuan karena dinilai tidak menderita kerugian sehingga tak lama setelah kerusuhan reda, perantau yang bertahan di Wamena sudah dapat beraktivitas lagi secara normal.
Perantau Minang yang pulang dari Wamena secara mandiri juga tidak akan diberikan bantuan. Karena ada beberapa perantau Minang yang baru pulang kampung setelah beberapa bulan kejadian berlalu.

"Bantuan diutamakan bagi korban yang tokonya terbakar, atau bagi karyawan toko disana yang pulang lalu menjadi pengangguran," kata Nasrul Abit menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA