Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Boeing Beri Turkish Airlines Kompensasi 225 Juta Dolar AS

Rabu 01 Jan 2020 18:23 WIB

Rep: Adinda Pryanka / Red: Friska Yolanda

Boeing 737 Max (Ilustrasi)

Boeing 737 Max (Ilustrasi)

Foto: VOA
Kompensasi diberikan terkait penghentian terbang sementara Boeing 737 MAX.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turkish Airlines dan Boeing Co membuat kesepakatan mengenai kompensasi atas penghentian terbang sementara (grounded) dan pembatalan pengiriman pesawat Boeing 737 MAX. Dilansir Reuters, Selasa (31/12), maskapai tidak mengungkapkan nilai kesepakatan tersebut.

Tapi, berdasarkan surat kabar Hurriyet yang dikutip Reuters, dilaporkan bahwa kesepakatan dua belah pihak itu bernilai 225 juta dolar AS. Termasuk di antaranya 150 juta dolar AS sebagai kompensasi dan 75 juta dolar AS lainnya mencakup hal lain seperti suku cadang dan pelatihan.

Boeing 737 Max diketahui telah di-grounded sejak Maret, setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia dan kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 346 orang dalam kurun waktu lima bulan. Kebijakan tersebut membuat Boeing harus merugi 9 miliar dolar AS.

Baca Juga

Turkish Airlines sendiri memiliki 24 pesawat Boeing 737 MAX yang mereka grounded. Pada Desember, sebuah laporan media menyebutkan, Turkish Airlines bersiap menggugat Boeing ke pengadilan untuk meminta ganti rugi atas kebijakan grounded dan pembatalan pengiriman pesawat Boeing 737 MAX.

Turkish Airlines adalah salah satu dari sejumlah maskapai penerbangan yang mencari kompensasi dari Boeing. Southwest Airlines Co, operator 737 MAX terbesar di dunia, sudah mencapai kesepakatan rahasia dengan Boeing pada Desember senilai 830 juta dolar AS. Nilai tersebut diproyeksikan menutupi kerugian biaya operasional pasca-grounded 737 MAX.

Sementara itu, perusahaan penerbangan charter asal Eropa TUI masih dalam pembicaraan dengan Boeing. "Kami masih di tahap meja perundingan," ujar juru bicara, Martin Riecken, Selasa (31/12).

TUI berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Boeing. Tapi, mereka juga tetap menyiapkan proses untuk masuk ke jalur hukum. TUI sendiri mengoperasikan 15 pesawat 737 MAX sebelum grounded dan sudah memesan delapan unit lainnya.

TUI menyebutkan, grounded 737 MAX telah menelan biaya 293 euro (327,15 juta dolar AS) pada tahun keuangan terakhir. Diperkirakan, angka tersebut terus naik dan mencapai 400 juta (446,62 juta dolar AS) pada tahun berjalan, tergantung kapan pesawat tersebut bisa kembali digunakan.

Pekan lalu, Boeing memecat CEO Dennis Muilenburg setelah berulang kali gagal menahan dampak dari grounded 737 MAX, pesawat jet terlarisnya. Boeing telah mengakui, perusahaan tidak dapat mencapai target dan akan menghentikan produksi 737 MAX pada Januari ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA