Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Kiprah Lewis Hamilton Dipandang Sebelah Mata di Inggris

Selasa 31 Dec 2019 06:25 WIB

Red: Israr Itah

Pembalap Formula Satu (F1) asal Inggris, Lewis Hamilton.

Pembalap Formula Satu (F1) asal Inggris, Lewis Hamilton.

Foto: EPA-EFE/CHRISTIAN BRUNA
Hamilton menegaskan statusnya sebagai pembalap F1 paling sukses kedua sepanjang masa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap Formula Satu (F1) Lewis Hamilton tidak masuk daftar calon atlet penerima penghargaan terbaik Tahun Baru dari kerajaan Inggris. Fakta ini membuat fan Hamilton di Inggris berang dan kemudian memicu debat mengenai status F1 di Inggris dan apakah sang juara dunia enam kali itu tidak terlalu dihargai di negerinya sendiri.

Tahun ini, Hamilton menegaskan statusnya sebagai pembalap F1 paling sukses kedua sepanjang masa. Ia kian dekat menyamai untuk kemudian menyalip pencapaian juara dunia F1 tujuh kali F1 asal Jerman, Michael Schumacher.

Pembalap Mercedes berusia 34 tahun yang memiliki latar belakang berbagai ras itu dipandang oleh bos tim Mercedes Toto Wolff sangat layak mendapat penghargaan tertinggi dari negaranya. Tapi keinginan Wolff itu tak terwujud karena Desember ini nama Hamilton tidak masuk dalam daftar nominasi atlet terbaik Inggris.

Baca Juga

Pemain kriket yang membawa Inggris juara Piala Dunia edisi 2019 yang sudah dinobatkan sebagai Personality of the Year oleh BBC Sports, berada di puncak daftar. Juga masuk daftar adalah juara Tour de France 2018 Geraint Thomas. Ia pernah memenangkan anugerah dari asosiasi wartawan olah raga.

Hamilton, yang memenangkan anugerah BBC pada 2014, adalah European Sportsperson of the Year setelah mengalahkan petenis nomor satu dunia Rafael Nadal dan atlet ski alpen Austria Marcel Hirscher dalam pemungutan suara oleh 27 kantor berita di Eropa. 

Kediaman Hamilton di Monako, dan pengaturan pajaknya, juga sering muncul sebagai faktor negatif dalam debat media sosial tentang dirinya.

"Saya khawatir motorsport dianggap sebagai olahraga istimewa. Bahkan mungkin dianggap olahraga anti-sosial oleh banyak orang," komentar juara dunia 1996 Damon Hill, yang mendapatkan gelar OBE dari kerajaan Inggris, via Twitter.

"Yang mengatakan, saya pikir mereka salah dan kehilangan kontribusi @LewisHamilton dan olahraga ini telah dibuat untuk Inggris secara global selama bertahun-tahun."

Hill merujuk kepada sebagian besar dari 10 tim F1 berbasis di Inggris. BAlapan F1 di Sirkuit Silverstone juga menjadi salah satu dengan peminat terbaik dalam kalender musiman jer darat. Tetapi F1 hanya bisa dinikmati di TV berbayar di Inggris.

Inggris telah menghasilkan lebih banyak juara F1 daripada negara lain, namun hanya Jackie Stewart yang mendapatkan penghargaan dari Kerajaan Inggris. Stirling Moss, pembalap Inggris lainnya, harus menunggu sampai dia berusia 70 tahun untuk menerima penghargaan.

Hamilton tampaknya tak begitu peduli dengan soal ini. "Saya tidak terlalu suka berpikir terlalu banyak tentang itu," katanya pada November. "Hanya fakta bahwa orang-orang telah menyebutkannya, itu sudah suatu kehormatan, tapi itu bukan sesuatu yang aku kejar dalam hidupku."

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA