Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Pimpinan DPR Usulkan Bentuk Pansus Jiwasraya

Senin 30 Dec 2019 12:34 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah

Asuransi Jiwasraya.

Asuransi Jiwasraya.

Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Pansus dibentuk untuk menyelidiki permasalah di Jiwasraya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai polemik yang terjadi dalam Jiwasraya harus segera diselesaikan.

Ia mengusulkan dibentuknya panitia khusus (Pansus) gabungan untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi pada perusahaan plat merah tersebut.

"Komisi VI diadakan rapat gabungan untuk itu. Karena ini ada tata kelola keuangan di bawah Komisi XI, lalu ada akuntabilitas soal keuangan yang dibawa BAKN, sehingga nanti ketiga unsur itu mungkin perlu digabungkan," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/12).

Dengan dibentuknya pansus gabungan tersebut, setiap komisi di DPR tak perlu bekerja sendiri-sendiri. Dasco berharap, permasalahan ini dapat segera diselesaikan.

"Oleh kawan-kawan dia dibentuklah suatu Pansus, daripada kemudian Komisi VI, Komisi XI, BAKN jalan sendiri-sendiri itu juga akan menghabiskan waktu dan energi," ujar Dasco.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengimbau semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Baginya, yang terpenting adalah melacak kemana uangnya pergi.

"Yang penting dicari kemana uangnya. Lalu gimana solusinya, kan kasihan ini nasabah-nasabah yang sekian banyak kehilangan uangnya. Nanti dicari solusinya gimana asuransi jiwasraya terbantu," ujar Dasco.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, persoalan keuangan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Tepatnya sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berdasarkan catatan perusahaan, Jiwasraya tidak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp 12,4 triliun.

Baca Juga

Kini Kejaksaan Agung sedang menyidik dugaan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya dengan perkiraan kerugian negara hingga Agustus lalu mencapai Rp 13,7 triliun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA