Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Tsai Ing-wen Kutip Surat dari Hong Kong dalam Debat Pilpres

Ahad 29 Dec 2019 18:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Surat dari anak muda Hong Kong dibacakan Tsai Ing-wen dalam debat presiden Taiwan

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengutip surat dari anak muda Hong Kong yang meminta Taiwan 'tidak mempercayai Komunis'. Tsai mengatakan jalan hidup demokrasi di Taiwan dalam bahaya.

Unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung selama berbulan-bulan di Hong Kong menjadi isu utama dalam pemilihan presiden dan parlemen Taiwan pada 11 Januari mendatang. Tsai memperingatkan gejolak tersebut dapat terjadi di Taiwan bila kota itu membiarkan tekanan dari China.

Dalam debat kandidat presiden yang disiarkan televisi Tsai membacakan surat yang ia katakan dari anak muda di Hong Kong. Ia tidak menyebutkan nama penulis surat atau kapan surat itu ditulis.

Baca Juga

"Saya meminta rakyat Taiwan jang mempercayai Komunis China, jangan percaya pada pejabat pro Komunis, dan tidak jatuh pada perangkap uang China," kata Tsai membacakan surat tersebut, Ahad (29/12).

Tsai mengutip surat itu mengatakan rakyat Taiwan telah melalui trauma mereka dibawah hukum darurat sebelum mengadopsi demokrasi dan kini melihat 'akhir dari Hong Kong'. Tsai mengatakan maksudnya membacakan surat itu untuk mengingatkan warga Taiwan tentang pentingnya suara mereka dalam pemilihan bulan depan.

"Pada 11 Januari, suara di tangan kami dapat memutuskan apakah cara hidup demokratis kami hari ini dapat dilanjutkan, dunia menyaksikan apa yang akan Taiwan lakukan pada 11 Januari," kata Tsai.

China mengklaim Taiwan adalah wilayah mereka. Beijing juga menegaskan akan mengendalikan wilayah itu dengan kekerasan bila diperlukan. Taiwan mengatakan mereka negara merdeka dengan nama Republik China.

China mengatakan Taiwan dikelola dengan sistem 'satu negara, dua sistem', sama seperti yang berlaku dengan Hong Kong yang menjadikan wilayah itu memiliki otonomi yang besar. Tsai dan lawan utamanya Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang yang dekat dengan China menolak sistem tersebut. Tsai menuduh Han mendukung klaim China. Sementara Han mengatakan Tsai 'memperdaya' rakyat Hong Kong dengan menggunakan perjuangan mereka demi mendapatkan suara.

"Mereka berdarah-darah dalam perjuangan melawan China, semantara Anda menikmati kenaikan suara, kampanye Anda berdasarkan darah rakyat Hong Kong, Anda mengeksploitasi nilai-nilai yang mereka pegang," kata Han. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA