Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Hujan Sebabkan Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang di Jatim

Sabtu 28 Dec 2019 15:35 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Warga menuntun sepedanya saat melintasi jalan yang terendam banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2019).

Warga menuntun sepedanya saat melintasi jalan yang terendam banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2019).

Foto: Antara/Siswowidodo
Banjir, tanah longsor, pohon tumbang terjdi di Madiun, Malang, dan Tulungagung

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan sejumlah bencana yang terjadi Jumat (27/12) lalu. Bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Kabupaten Madiun, Kota Malang dan Tulungagung.

Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudiono menjelaskan, banjir di Madiun berawal dari hujan yang turun cukup deras sehingga debit air meluap. Sejumlah petugas pun diturunkan untuk melakukan assesment dan memantau secara intensif pergerakan air. Hal ini terutama di Dusun Nglambangan, Dusun Ngadirejo dan Dusun Tempursari.

Akibat bencana banjir tersebut, Dusun Nglambangan sempat mengalami peningkatan air. Namun debit air tidak sampai masuk ke rumah warga. "Dan kondisi air (saat itu) sudah berkurang kurang lebih 40 cm (centimeter)," ujar Suban melalui pesan resmi yang diterima Republika, Sabtu (28/12).

Ketinggian air di Dusun Pojok Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri mencapai 80 sampai 90 cm di ruas jalan. Sementara ketinggian air di Dusun Tempursari, Kecamatan Wungu sekitar 50 cm. Kondisi air di dua dusun tersebut tidak sampai memasuki rumah warga.

"Dan ketinggian air genangan turun dengan cepat dan pada pukul 24.00 WIB sudah surut," jelasnya.

Selain di Kabupaten Madiun, bencana akibat hujan juga terjadi di Bandulan, Sukun, Kota Malang. Hujan intensitas ringan hingga sedang selama beberapa waktu di Jalan Istana Dieng mengakibatkan pohon berjenis Ketapang tumbang. Pohon dengan tinggi  23 meter tersebut telah menutupi ruas jalan perumahan sehingga menyebabkan aktivitas warga sekitar terganggu.

BPBD Jatim juga menerima laporan kejadian tanah longsor dan banjir di beberapa titik wilayah Kecamatan Sendang dan Karangrejo. Tanah longsor terjadi di Dukuh Baraan, Desa Geger dan Desa Tugu, Kecamatan Sendang. Sementara untuk banjir terjadi di Desa Babatan Karangrejo.

Berdasarkan laporan yang diterima, tanah longsor mengandung material telah menutup 70 persen akses jalan penduduk. Banjir yang merendam pemukiman warga dan akses jalan juga turut mengganggu aktivitas warga setempat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA