Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Harta Bos Facebook Terpantau Melonjak Sepanjang 2019

Sabtu 28 Dec 2019 21:52 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Terlibat Banyak Skandal, Harta Bos Facebook Terpantau Melonjak Sepanjang 2019. (FOTO: Reuters/Stephen Lam)

Terlibat Banyak Skandal, Harta Bos Facebook Terpantau Melonjak Sepanjang 2019. (FOTO: Reuters/Stephen Lam)

Facebook sukses melonjakkan sahamnya hingga 48%.

Warta Ekonomi.co.id, JAKARTA -- Media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, Facebook, sepanjang tahun 2019 tercatat mengalami banyak skandal. Kendati demikian, harta kekayaan miliki Zuck selaku Bosnya, justru terpantau mengalami kenaikan.

Pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2020, Zuck terus menarik kritik masyarakat dari mulai calon presiden hingga sesama miliarder seperti kepala Twitter, Jack Dorsey, dengan gerakannya yang dinilai radikal, yaitu menghapus seluruh iklan politik dari platformnya sendiri pada Oktober lalu.

Baca Juga: Jos Gandos! Harta Kekayaan Orang Kaya Ini Melonjak di 2019

Namun, Facebook berhasil melampaui ekspektasi analis dengan hasil kuartalnya di bulan yang sama. Dengan peluncuran Facebook News dan Facebook Dating yang merupakan inisiatif barunya di tahun 2019, Facebook sukses melonjakkan sahamnya hingga 48%.

Dengan begitu, kekayaan Zuck sepanjang 2019 tercatat naik sebesar US$22,1 miliar atau Rp309,4 triliun. Untuk itu, saat ini ia memiliki kekayaan bersih senilai US$72 miliar atau Rp1.008 triliun.

Baca Juga: Harga Babi Melonjak, Kekayaan Orang Tajir Ini Ikut Membabi Buta, Untung Banyak!

"Hari ini tentu saja merupakan momen bersejarah dari ketegangan sosial, dan saya melihat peran penting dari perusahaan kami sebagai mempertahankan kebebasan berekspresi," ungkap Zuck.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA