Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Alexander-Arnold, Sang Penentu Laga Leicester Vs Liverpool

Jumat 27 Dec 2019 16:33 WIB

Red: Andri Saubani

Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold pada laga Liga Primer melawan Leicester City di Stadion King Power, Jumat (27/12) dini hari WIB.

Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold pada laga Liga Primer melawan Leicester City di Stadion King Power, Jumat (27/12) dini hari WIB.

Foto: EPA/Tim Keeton
Alexander-Arnold mencetak dua assist dan satu gol pada laga Leicester vs Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizky Suryarandika

Penampilan gemilang bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold pada laga kontra Leicester City semalam menuai pujian termasuk dari pelatih Leicester, Brendan Rodgers. Pelatih the Foxes itu menggambarkan skala umpan Alexander-Arnold sebagai sesuatu yang fenomenal dan menilai insting menyerang pemain 21 tahun itu sama bagusnya dengan pemain lini tengah.

Pada laga yang berhasil kemenangan 4-0 untuk Liverpool, Alexander-Arnold mempersembahkan dua assist untuk Roberto Firmino dan satu gol telat. Kemenangan ini membuat Liverpool memperlebar jarak 13 poin dengan Leicester di tabel klasemen Liga Primer.

Baca Juga

Alexander-Arnold adalah lulusan akademi Liverpool dan memulai kariernya sebagai gelandang tengah. Dan kebetulan, Rodgers adalah manager Liverpool yang memberikan kesempatan pertama kepada Alexander-Arnold untuk merasakan laga berrsama tim senior pada 2015. Pada masa kepelatihan Juergen Klopp, Alexander-Arnold berubah posisi peran menjadi fullback.

"Bagi saya, dia adalah fullback yang bermain seperti gelandang. Skala operan dan umpannya fenomenal," kata Rodgers berbicara dalam konferensi pers seusai laga dikutip Reuters.

Rodgers menilai, kualitas Alexander-Arnold dan pengalaman yang diperolehnya pada masa kepelatihan Klopp sangat mengagumkan. Rodgers pun berani menyebut Alexander-Arnold sebagai bek kanan nomor satu di Inggris saat ini yang mampu bermain konsisten di level tinggi.

Adapun Klopp pada konferensi pers yang sama menyoroti umpan silang Alexander-Arnold, yang kemudian berujung penalti pada laga melawan Leicester. Klopp menilai lewat umpan itu, Alexander-Arnold seperti berjuang menunjukkan bahwa dia adalah bek kanan terbaik di dunia saat ini.

"(Umpan silang) Itu menentukan dan sangat membantu kami. Kami tahu betapa pentingnya umpan silang itu buat kami, sehingga umpan itu luar biasa," kata Klopp.

Namun, Klopp belum mau sesumbar meraih trofi juara meski timnya kini punya keunggulan 13 poin di puncak Liga Premier. Klopp tak mau merayakan kemenangan atas Leicester secara berlebihan, sebab, musim Liga Premier masih menyisakan banyak laga.

"Satu-satunya hal yang berubah hanya poin yang kami dapat. Tadinya selisih 10,11 sekarang 13. Tapi kami sebenarnya tidak merasakannya, kami tidak memikirkannya dan kami tidak menyebutkannya sebelum pertandingan karena itu tidak menarik. Kita semua tahu itu," kata Klopp dilansir dari FourFourTwo pada Jumat, (27/12).

Klopp khawatir terlena dengan keunggulan justru membuat tim tidak fokus. Sehingga, ia meminta anak asuhnya tak memikirkan keunggulan poin.

Pada musim lalu, Liverpool nyaris juara, tetapi the Reds secara tiba-tiba disusul Manchester City. Sehingga Liverpool terpaksa merelakan gelar juara yang sudah di depan mata.

“Saya bisa menulis cerita sendiri. Kisah pertama adalah bahwa belum pernah sebelumnya dalam sejarah sepak bola Inggris ada tim yang memiliki keunggulan lebih besar dan kehilangan keunggulan. Kedengarannya, di telingaku negatif, jadi mengapa kita harus memikirkan hal seperti itu?" ujar Klopp.

Klopp meminta skuadnya kembali  fokus pada pertandingan berikutnya yaitu melawan Wolves, Sheffield United, Everton, Tottenham dan Manchester United. Meski unggul, Klopp enggan meremehkan lawan-lawannya.

"Kami harus memainkan semuanya dan kami berusaha dengan semua yang kami miliki untuk memastikan kami siap untuk pertandingan ini, sehingga poin sekarang tidak relevan bagi kami," ucap Klopp.

Senada dengan pelatihnya, Trent Alexander-arnold juga tak mau sesumbar bahwa timnya telah bisa dipastikan meraih gelar juara Liga Premier musim ini. Ia merendah meski saat ini Liverpool unggul sebelas poin di klasemen sementara.

Trent menekankan tak bakal berhenti berjuang meski the Reds tampil meyakinkan musim ini. Ia tak mau gegabah hingga kehilangan fokus.

"Kami sangat menikmatinya. Posisi ini tak mudah diperoleh. Kami coba menang sebanyak mungkin, tapi kami tahu perjalanan masih panjang. Jadi penting untuk terus fokus, terus memenangkan pertandingan," kata Trent dilansir dari the Liverpool Echo pada Kamis, (26/12).

"Kami menang banyak laga di musim ini, tapi kami ingin ini terus berlanjut dan lebih baik lagi," tambah Trent.

Trent sudah mencatatkan 100 penampilannya di Liverpool baru- baru ini. Trent berjanji membawa trofi juara ke Anfield. Hal itu sangat membanggakan buat para fan yang telah lama menanti.

"Sesungguhnya memenangkan Liga Premier adalah impian. Saya tak pernah mengalaminya. Tentu ini sangat berarti buat para fans," ujar Trent.

“Tapi semakin mendekati target itu maka semakin sulit diraih. Kerja keras harus makin ditingkatkan. Untuk sekarang target itu masih sebuah mimpi, kami masih harus terus bekerja keras demi meraihnya," tambah Trent.

[video] Cuplikan gol-gol Leicester 0-4 Liverpool (sumber: Liverpool FC)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA