Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Harga Sayuran dan Daging Ayam di Sukabumi Naik

Selasa 24 Dec 2019 15:15 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Tim gabungan yang dipimpin Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengecek harga dan pasokan sembako jelang Natal dan tahun baru di pasar tradisional dan modern di Sukabumi, Senin (23/12).

Tim gabungan yang dipimpin Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengecek harga dan pasokan sembako jelang Natal dan tahun baru di pasar tradisional dan modern di Sukabumi, Senin (23/12).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Pemkot Sukabumi melakukan sidak ke pasar di Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Tim gabungan di Kota Sukabumi melakukan pengecekan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional dan modern, Senin (23/12). Hasilnya ada fluktuasi harga khususnya untuk sayuran dan daging ayam.

Langkah ini khusus dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal 2019 dan tahun baru 2020. Pemantauan dilakukan secara berkolaborasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Sukabumi dan instansi terkait lainnya dari satgas pangan Polri dan TNI. Di mana Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo serta perwakilan Kodim 0607 Kota Sukabumi turun langsung ke Pasar tradisional di Gang Peda dan Pasar Modern seperti City Mall.

''Ada tiga tim yang dikerahkan ke titik berbeda ke pasar tradisional dan modern,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan. Keberadaan tim ini untuk mengecek ketersediaan stok bahan pangan staratgis dan dipastikan aman.

Menurut Fahmi, ada fluktuatif harga sayuran dan daging ayam di pasaran. Seperti harga bawang merah naik dari Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Selain itu tomat dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Selain itu daging ayam naik dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 38 ribu per kilogram.

Kenaikan ini lanjut Fahmi, masih dalam batas wajar. Ke depan pemerintah menjaga supaya tidak terjadi kenaikan lagi dan harga sampai tahun baru tidak ada gejolak.

Di sisi lain lanjut Fahmi, pemantauan tersebut untuk meminimalisir peredaran pangan bahan berbahaya yang tidak bermutu dan tidak bergizi. Bagaimama semua memberikan pelayanan untuk keamanan pangan kepada masyarakat khususnya menjelang perayaan natal dan tahun baru.

Adapun metode yang dilakukan pemeriksaan ketersediaan, legalitas, mutu dan keamanan bahan makanan dan makanan kemasan. Menggunakan Medote Cek Klik Cek kemasan, label, izin eear, dan kadaluarsa dan pengambilan sample makanan yang dicurigai berbahaya bagi masyarakat.

Asisten Daerah II Setda Kota Sukabumi Cecep Mansur mengatakan, dasar dilakukanya pelaksanaan pemantauan ini tindak lanjut rakor satgas pangan pada awal Desember lalu. Adapun sasaranya pasar tradisional dan pasar modern Kota Sukabumi dengan jumlah personil sebanyak 65 orang dari 11 OPD terkait di bagi menjadi 3 tim.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, dari hasil pantauan ada fluktuatif harga jelang natal dan tahun baru. '' Namun pasokan sembako aman,'' kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA