Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Neville Kritik Penanganan Rasialisme di Liga Primer

Senin 23 Dec 2019 17:11 WIB

Rep: Rizky Suryandika/ Red: Agung Sasongko

 Wasit Anthony Taylor berbicara dengan pemain Chelsea Antonio Rudiger (kaos biru/kanan) dalam laga Liga Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur kontra Chelsea, Ahad (22/12).

Wasit Anthony Taylor berbicara dengan pemain Chelsea Antonio Rudiger (kaos biru/kanan) dalam laga Liga Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur kontra Chelsea, Ahad (22/12).

Foto: EPA/FACUNDO ARRIZABALAGA
Gary Neville menanggapi kasus rasial yang dialami pemain Chelsea Antonio Rudiger.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pesepakbola Gary Neville menanggapi kasus rasial yang dialami pemain Chelsea Antonio Rudiger dalam siaran langsung di channel Sky Sports. Tanggapan Neville langsung viral hingga membuat presenter TV Sky Sports menyanggah kritik itu.

Dilansir dari Sky Sports, Senin (23/12), Rudiger menjadi sasaran hinaan rasial berupa nyanyian monyet dari para penggemar Tottenham setelah ia terlibat dalam bentrokan dengan Son Heung-min. Son menendang Rudiger setelah mereka bertubrukan. Rudiger sontak jatuh ke rumput sambil memegangi perutnya.

Dalam bentrok itu, Son dijatuhi hukuman kartu merah. Lalu insiden rasis tersebut dilaporkan Rudiger kepada wasit Anthony Taylor melalui kapten Chelsea Cesar Azpilicueta.

Neville yang sekarang bekerja sebagai pengamat sepakbola terkenal mengangkat masalah dalam politik Inggris. Ia menyebut kasus rasial mesti mendapat respons tegas otoritas terkait. Ia juga menyerukan pengurus Liga Premier untuk menyetop rasisme di lapangan hijau.

“Kami memiliki masalah rasisme di Liga Premier, di Inggris, dan Liga Premier harus berdiri mengatasi masalah ini. Mereka bersembunyi di balik FA (Asosiasi Sepak Bola). Mereka bisa mendorong masalah disiplin dan masalah lainnya ke FA," kata Neville selama analisis pasca-pertandingan Sky Sports.

"Kami baru saja mengadakan pemilihan umum di negara ini di mana kedua partai utama dan para pemimpin kedua partai utama dituduh terus-menerus selama bulan terakhir memicu rasisme dan menerima rasisme di dalam partai mereka. Jadi, jika itu diterima di lembaga tertinggi di negara ini," lanjut Neville.

Neville juga mengatakan inilah waktu yang tepat bagi para pemain untuk menangani masalah mereka sendiri. Khususnya soal pelecehan ras di pertandingan. “Kami telah melihat sebuah insiden yang, jujur ​​saja, ini bukan diderita satu orang, tetapi itu adalah masalah yang jauh lebih besar," ucap Neville

Peristiwa ini ialah insiden terbaru dari rasisme yang melukai sepakbola Eropa musim ini. Banyak orang di media sosial memuji Neville dengan cepat. Warganet justru menyayangkan sikap presenter dan pembawa acara Sky Sports David Jones.

“Saya terpaksa mengatakan bahwa itu adalah pendapat Anda, Gary Neville, dan bukan dari Sky Sports. Itu tugas saya. Apakah saya melakukannya atau tidak (setuju dengan Neville) sama sekali tidak relevan. Saya disini untuk mencoba dan mengadakan debat yang seimbang," kata Jones dalam siaran langsung menanggapi Neville.

Atas kritikan warganet, Jones sudah meminta maaf atas kata-katanya dan mengklarifikasi pernyataannya lewat Twitter. Tanggapan Jones datang setelah Neville mendesak otoritas sepak bola untuk berbuat lebih banyak untuk memberantas rasisme.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA