Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Implan yang Bisa Sembuhkan Penyakit Jantung Diluncurkan

Senin 23 Dec 2019 03:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda

Inggris menemukan implan yang dapat menyembuhkan penyakit jantung. Gambar penyakit jantung/ilustrasi.

Inggris menemukan implan yang dapat menyembuhkan penyakit jantung. Gambar penyakit jantung/ilustrasi.

Foto: Wikipedia
Implan Watchman FLX menawarkan opsi penyembuhan pasien jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Implan jantung Watchman FLX yang diklaim bisa mengurangi risiko strok mematikan hingga 70 persen, telah diluncurkan di Inggris. Implan Watchman FLX ini juga menawarkan opsi penyembuhan pasien jantung, terutama mereka yang menderita atrial fibrilasi (AF).

Atrial fibrasi adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat. Tercatat ada satu juta orang di Inggris didiagnosa AF.

Saat ini, para ahli bedah di Inggris sedang dilatih untuk menguasai bagaimana tata cara penanaman implan jantung Watchman FLX. Perangkat implan jantung yang dirancang di Inggris terdiri dari struktur titanium nikel yang akan dimasukkan ke bagian atrium kiri jantung.

Prosedurnya diprediksi memakan waktu sekitar satu jam. Adapun mekanismenya seperti jala berukuran 50p, yang bertindak seperti saringan untuk menahan gumpalan sehingga tidak bisa menyebar ke dalam tubuh.

Dr John Foran, dari Royal Brompton dan Harefield Hospitals di London mengatakan, selama ini banyak pasien AF yang diberi resep obat pengencer darah untuk mengurangi risiko pembekuan darah. Tapi ini menyebabkan efek samping yang mematikan termasuk pendarahan serius di perut dan otak.

Namun kini ia optimistis, perangkat implan Watchman FLX bisa menyelamatkan ribuan pasien dari stroke yang diderita. “Cepat atau lambat, sebagian besar pasien yang menggunakan obat pengencer darah akan menderita pendarahan akibat perawatan. Implan ini memberikan perlindungan bagi pasien tanpa perlu obat-obatan, mengurangi risiko stroke dan kematian akibat kardiovaskular," kata Dr John Foran, dilansir Mirror.co.uk pada Ahad (22/12).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA