Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Penghuni Kota Madinah Pra-Islam dan Mengapa Disebut Yatsrib?

Jumat 20 Dec 2019 20:04 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah jamaah berjalan di area masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Sejumlah jamaah berjalan di area masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Foto: Hamad I Mohammed/Reuters
Penghuni Kota Madinah adalah para pengikut Nabi Nuh AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Eksistensi Madinah sebagai sebuah kota bersejarah dalam Islam tak lepas dari peran sejarah yang melatarbelakanginya. 

Sebelum bergulirnya waktu di masa lalu yang mengantarkan Madinah dengan kejayaan Islamnya, sejarah panjang membungkus kota tersebut.

Dalam buku Al-Madinah al-Munawwarah fi at-Tarikh: Dirasah Syamilah karya Abdussalam Hasyim Hafidz, kota Madinah sebelum Islam diisi penduduk yang berasal dari tragedi yang menimpa di masa Nabi Nuh AS. Diceritakan bahwa sebagian umat Nabi Nuh itu tenggelam terbawa banjir besar, termasuk putra Nabi Nuh, Kan’an.

Baca Juga

Sedangkan sebagian umat yang selamat, mereka ikut serta dalam bahtera kapal Nabi Nuh selama satu tahun 10 hari. Usai selamat, terdapat salah seorang pengikut Nabi Nuh bernama, Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail, melancong ke sebuah tempat. Kejadian ini bertepatan pada 2600 sebelum Masehi (SM), dan nama tempat yang dilanconginya itu pun dikenal dengan nama Yatsrib.

Dinamai Yatsrib karena merujuk pada orang pertama yang mendatangi tempat tersebut. Yatsrib di kemudian hari dikenal sebagai nama kota yang pada zaman hijrah Rasulullah diganti namanya menjadi Madinah.

Meski dalam sejarahnya Yatsrib telah mendatangi tempat itu, namun sejatinya beliau tidak lama menetap di sana dan memutuskan untuk pindah ke Juhfah. 

Kendati demikian, nama Yatsrib yang diabadikan menjadi sebuah kota semakin populer dan dikenal banyak orang-orang Arab di masa itu maupun masa seterusnya.

Selain para pengikut Nabi Nuh, Kota Madinah sebelum Islam juga pernah diisi dengan sejumlah kekuatan politik, salah satunya dari Dinasti Amalekit. Meski dinasti ini kekuasaannya berpusat di Mesir, namun mereka sesungguhnya mempunyai kekuatan yang tersebar di berbagai kawasan Arab lainnya.

Antara lain Suriah, Yaman, Mekkah, dan juga Yatsrib. Kekuasaan Dinasti Amalekit ini mendiami Kota Yatsrib setelah pengikut Nabi Nuh bermigrasi ke Juhfah. Adapun para klan dari Dinasti Amalekit yang mendiami Yatsrib antara lain Bani Sa’ad, Bani Haf, Bani Mathar, Bani al-Azraq, hingga Bani Ghaffar.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA