Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Jokowi Ingin Balik Keadaan, Produk UMKM Kuasai Ekspor

Jumat 20 Dec 2019 11:57 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Petugas Bea dan Cukai memeriksa produk UKM (Usaha Kecil Menegah) yang siap ekspor di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/12/2019).

Petugas Bea dan Cukai memeriksa produk UKM (Usaha Kecil Menegah) yang siap ekspor di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/12/2019).

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Ekspor Indonesia saat ini masih dikuasai perusahaan besar sebesar 85 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mendominasi komoditas ekspor nasional. Ia mengungkapkan, ekspor Indonesia saat ini masih dikuasai oleh produk dari perusahaan besar dengan porsi 85,6 persen. Sisanya baru produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

"Tapi melihat produk yang dipamerkan saya optimis tidak lama lagi barang ini akan banjir pasar ekspor kalau kita konsolidasikan pasar dengan baik dan standar produk juga dibangun dengan baik sehingga betul-betul kita kampu bersaing dengan negara lain," ujar Jokowi saat menghadiri pameran UMKM Export BrillianPreneur di JCC, Jumat (20/12).

Baca Juga

Jokowi melihat bahwa produk UMKM saat ini sudah lebih 'pantas' masuk ke pasar global. Produk fashion misalnya, terlihat lebih up to date dengan perkembangaan saat ini. Produk makanan dan minuman pun, ujar Jokowi, sudah mulai dikemas dengan baik.

Jokowi pun ingin produk UMKM menjadi raja di negeri sendiri. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Indonesia mencintai produk-produk dalam negeri ketimbang produk impor yang sejak dulu merajai. Di satu sisi, pemerintah tidak bisa betindak sepihak dengan menutup keran impor di tengah pasar yang terbuka dan bebas.

"Caranya hanya satu, bagaimana kita bisa berkompetisi dengan produk impor itu. Entah dari sisi harga disain, kemasan, harus menang. Artinya jangan sampai kita meninggalkan pasar domestik terlalu konsentrasi ke ekspor sehingga yang dalam negeri diserbu barang luar," kata Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA