Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

13 Tahun Warnai Musik Indonesia, RAN Kenang Album Pertama

Jumat 20 Dec 2019 10:41 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Grup musik RAN akan menggelar konser intim

Grup musik RAN akan menggelar konser intim "RAN Menyanyikan Album RAN For Your Life" pada 27 Desember 2019.

Foto: Dok RAN
RAN akan menggelar konser mengenang awal kiprahnya di industri musik Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga belas tahun sudah berlalu sejak Rayi Putra Rahardjo, Astono Handoko (Asta), dan Anindyo Baskoro (Nino) menamakan diri mereka sebagai grup musik RAN. Diawali dari pertemuan mereka yang sama-sama sekolah di SMA Al-Izhar, Nino adalah junior Rayi dan Asta, ketiganya mengikuti lomba Indonesia Song Festival dengan lagu "Pandangan Pertama".

Lagu yang masuk dalam debut album RAN itu membuat trio tersebut mendapatkan peringkat kedua se-Jakarta. Ada banyak cerita lucu dan menarik seputar awal mula sepak terjang RAN, termasuk foto sampul album yang memperlihatkan ketiga musisi itu sedang bersiap lari di Stadion Madya, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

"Pas mau pemotretan album pertama, karena namanya RAN seru juga ya kalau fotonya sambil lari. Kami foto tanpa izin di sini, ngumpet-ngumpet," kenang Nino di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu.

Sebenarnya, RAN sudah mengurus perizinan untuk melakukan pemotretan di stadion tersebut. Hanya saja, mereka hanya boleh memakai bagian belakang di mana jalur untuk pelari tak sebagus di dalam stadion.

Sesuai izin yang dikeluarkan, RAN tetap berfoto-foto di tempat yang diizinkan. Tapi ketika petugas pengamanan sedang lengah, mereka diam-diam masuk ke dalam stadion dan memotret foto yang akhirnya jadi sampul album debut For Your Life".

Di album itu, semuanya tampil dengan busana berwarna mencolok. Nino memakai kaos hijau, Asta dengan baju kuning dan Rayi dengan busana merah.

Konsep warna-warni ceria itu sengaja dipilih untuk menyamai lagu mereka yang berbeda dengan tren saat itu. Industri musik yang kala itu didominasi musik-musik khas Melayu dan RAN seakan menjadi antitesis dari lagu-lagu sendu.

Rayi mengaku sempat kurang nyaman karena terbiasa memakai warna-warna dasar. Namun, orang yang butuh waktu adaptasi paling lama justru Asta yang sama sekali tidak memikirkan soal fesyen.

"Gue enggak pernah beli baju, semua dibeliin nyokap," ujar Asta yang mengaku terlalu fokus pada musik hingga tak memikirkan hal lainnya.

Alasan itu pula yang membuat Asta sempat manggung sambil mengenakan sandal jepit, kejadian yang membuat teman-temannya terkikik saat mengemuka di ingatan. Cerita soal alas kaki juga dialami oleh Nino yang mengaku memakai sepatu Nike "KW" alias abal-abal untuk syuting video klip "Pandangan Pertama".

No pressure, only pleasure
Album debut For Your Life dibuat tanpa beban atau ekspektasi. Mereka berkreasi dengan kebebasan seluas-luasnya. Semuanya dilakukan atas dasar cinta pada musik tanpa memikirkan soal uang.

"Ini album yang sangat jujur, soal waktu juga bebas karena kita belum manggung," ujar Asta.

Mereka masih ingat honor pertama yang didapat ketika manggung di acara Komunikasi Universitas Indonesia. "Sejuta dibagi sebelas karena yang manggung ada sebelas orang," kata Nino.

Mereka mengakalinya dengan penghematan di sana-sini, termasuk Rayi dan Nino yang patungan naik taksi karena rumah mereka searah. Perjuangan menyeimbangkan musik dengan kuliah berbuah manis. Album debut mereka disambut positif. Jadwal manggung dan promosi mulai memadati hari-hari RAN.

"Perjuangan lumayan berat, tapi kami sangat bersyukur," ujar Asta.

Rayi, Asta, dan Nino ingin mengenang lagi masa-masa itu bersama penggemar dalam konser intim "RAN Menyanyikan Album RAN For Your Life" pada 27 Desember 2019. Mereka akan menyanyikan lagu dari album debut yang jarang dibawakan, di antaranya "Nothing Lasts Forever", "Auramu", "Let Me Be", "D'Inspiration", "Warnai Malam Ini", "Lagu untuk Riri", "Warna Warni Dunia" dan juga lagu hits lain, seperti "Pandangan Pertama", "Selamat Pagi", dan "Hanya Untukmu".

"Sekarang kami sedang latihan karena ada banyak yang sudah bertahun-tahun tidak dibawakan, bahkan belum pernah dibawakan," jelas Nino.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA