Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Curhatan Lotito Jelang Lazio Vs Juventus di Arab Saudi

Jumat 20 Dec 2019 01:10 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Claudio Lotito

Claudio Lotito

Foto: Dailylife.co.uk
Secara performa, Lazio memiliki modal positif jelang bigmatch ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Presiden SS Lazio, Claudio Lotito membicarakan sejumlah hal jelang final Piala Super Italia. Timnya akan berhadapan dengan Juventus di King Saud University Stadium, Riyadh, Arab Saudi, Ahad (22/12) malam WIB.

Sudah 15 tahun Lotito memimpin Biancoceleste. Sejauh itu, ia bosan dengan citra negatif yang sering disematkan pada klubnya.

"Setiap kali kami memiliki pertandingan internasional, selalu ada kekhawatiran kami diberi label penggemar sayap kanan, rasis, dan nazi," kata tokoh 62 tahun itu, dikutip dari AP, Kamis (19/12).

Lotito merasa stigma tersebut kurang adil bagi klubnya. Ia ingin para jurnalis asing memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Lotito telah membuat kebijakan tidak populer. Ia menghukum oknum penggemar ekstri. Para penggemar tersebut menempati tribun di belakang gawang Le Aquile di Stadion Olimpico. Mereka membuat nyanyian rasis, penghormatan ala fasis, dan perilaku ofensif lainnya. Dampaknya merugikan tim biru langit tersebut.

Saat tampil di Liga Europa musim ini, beberapa bagian di tribun stadion kandang Lazio ditutup. Itu sebagai bentuk hukuman dari UEFA.

Menurut Lotito apa yang terlihat bukan perbuatan suporter elang biru secara keseluruhan. "Kami mendapat denda hanya karena satu orang datang dengan mikrofon kecil, menempati kurva yang diisi 12 ribu penonton, dan mengeluarkan satu kalimat (ofensif), dan memberi hormat (nazi)," ujar Sang Presiden.

Lotito menerangkan berbagai tindakan nyata telah dilakukan pihaknya. Menurut dia, kubu Lazio sudah melaporkan oknum penggemar yang memberi hormat ala fasis kepada pihak berwenang. Pada intinya ia sepakat, perilaku tersebut tidak dapat diterima.

Dua tahun beruntun, duel Piala Super Italia berlangsung di Arab Saudi. Pada September lalu, pihak Amnesty International dan organisasi wartawan Italia menulis surat ditujukan ke Lotito dan Presiden Juventus, Andrea Agneli.

Isinya berisi nada protes mengapa laga terebut masih tetap berlangsung di sana. Mereka menyinggung insiden dugaan pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul Turki.

Kekasih Khashoggi, Hatice Cengiz, turut berbicara kepada wartawan. Sebelumnya ia mendorong PBB untuk melakukan invenstigasi kematian kekasihnya.

Mendengar ada ajang prestius sepak bola di gelar di Arab Saudi, Cengiz kecewa. Hal tersebut berpotensi menenggelamkan dinamika kasus kematian Khashoggi.

"Secara pribadi saya patah hati. Sepak bola Italia telah digunakan untuk mempromosikan tempat ini," ujar Cengiz.

Lotito merespon semua pro-kontra di atas. Kendati tidak spesifik, ia menegaskan pertandingan Piala Super Italia di Arab Saudi, tidak hanya fokus pada sepak bola. "Kami juga ingin melakukan sesuatu untuk mengubah berbagai hal di sana," ujarnya.

Secara performa, Lazio memiliki modal positif jelang bigmatch ini. Skuat polesan Simone Inzaghi baru saja meraih delapan kemenangan beruntun pada ajang Serie A Italia.

Namun Juventus bukan lawan sembarangan. Si Nyonya Tua berambisi membalas dendam.

Beberapa pekan lalu, pasukan hitam-putih takluk dari lawan yang sama. Bertandang ke Stadion Olimpico, Roma, Bianconeri menyerah 1-3.

Lotito enggan sesumbar. Ia hanya meminta para pemain mempertahankan performa positif. "Ini ujian besar untuk melihat apakah kami telah memperoleh mentalitas pasukan yang hebat (atau tidak)," jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA