Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Gunung Kidul

Kamis 19 Dec 2019 00:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Gunung Kidul. Ilustrasi Tenggelam

Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Gunung Kidul. Ilustrasi Tenggelam

Foto: Foto : MgRol112
Korban tenggelam karena masuk ke area berbahaya dan terseret arus laut.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Dua wisatawan tenggelam saat bermain air di Pantai Slili, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/12). Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Marjono mengatakan dua wisatawan yang tenggelam adalah Ahmad Mustofa (20 tahun) warga Cabean Wetan, Karang Duren, Tengaran, Semarang dan Pardi (43) warga Pule Gundes, Sidoharjo, Tepus.

"Saat ini, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) masih melakukan pencarian dua korban tenggelam," kata Marjono.

Ia mengatakan kejadian berawal saat Ahmad yang bermain di Pantai Slili bersama rombongan dari Salatiga. Saat itu, korban menyewa bodyboard dan bermain sendiri ke tengah sekitar pukul 15.30 WIB.

Nahas, korban bermain di area rip current yang menyebabkan korban terseret arus dan terlepas dari bodyboard dan tenggelam. Tim SAR yang mengetahui ada korban tenggelam langsung melakukan pencarian.

Tim SAR Satlinmas mengupayakan pencarian. Sebanyak 60 personel dibagi tim darat, tim laut, dan penyelaman.

"Korban belum memahami laut selatan karena asyik bermain di air, korban masuk dalam rip current," katanya.

Ia mengatakan, pencarian menggunakan kapal dihentikan sementara  karena sudah malam. Tim darat tetap melakukan pencarian sambil menunggu ombak pasang.

"Rencananya pencarian lewat jalur laut akan dilanjutkan pada Kamis (19/12) pagi. Malam ini, kami hentikan pencarian," kata Marjono.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto menambahkan kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan bukan yang pertama kali. SAR Linmas sudah memberikan peringatan dan imbauan kepada wisatawan agar tidak bermain di area berbahaya.

"Petugas sering kali mengimbau tetapi sering tidak dihiraukan. Kami juga sudah memasang larangan mandi di laut, khususnya di lokasi yang berbahaya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA