Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Meski Ada Artidjo, Pukat UGM Tegas Tolak Dewas KPK

Rabu 18 Dec 2019 17:46 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Pukat UGM tetap menolak adanya pihak yang mengawasi KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) tetap menolak keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski diisi oleh mantan hakim agung Artidjo Alkostar. Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan tetap menolak adanya pihak yang mengawasi komisi anti-rasuah itu.

"Saya tidak melihat pada orangnya. Saya lihat pada konstruksi UU dan keberadaan dewas itu sendiri," ujar Zainal kepada Republika, Rabu (18/12).

Dengan adanya dewas yang ditunjuk oleh presiden, ia menilai, KPK dapat kehilangan independensinya. Sebab, kerja KPK nantinya akan diawasi dan harus meminta izin pada Dewas.

Baca Juga

"Tak ada logikanya karena ada lembaga yang besar kewenangannya, maka harus dibangun lembaga pengawasan," ujar Zainal.

"Jadi mau dia taruh siapa aja di situ, bagi saya enggak pengaruh, karena penolakan itu pada konsep dan ide yg ada di UU KPK. Perdebatanhya bukan di orangnya," ujar Zainal.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Nama itu mulai dari Artidjo, Taufiequerachman Ruki, hingga hakim Albertina Ho. 

Masukya Artidjo disambut baik banyak pihak. Selama ini, Artidjo dikenal memiliki rekam jejak dalam memberikan hukuman yang berat kepada tersangka kasus korupsi.

Lima orang anggota Dewas KPK rencananya akan dilantik bersama dengan lima orang komisioner KPK 2019-2023 pada 20 Desember 2019. "Ada hakim Albertine Ho, itu tapi belum diputuskan loh ya, Pak Artidjo, saya ingat tapi lupa, dan belum diputuskan," ujar Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA