Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

WP KPK: Artidjo dan Albertina Sosok Pantas Duduk di Dewas

Rabu 18 Dec 2019 17:29 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ratna Puspita

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri)

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri)

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Presiden Jokowi disarankan tetap memilih tiga anggota Dewas KPK lain yang sepadan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) menyambut baik beredarnya sejumlah nama calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Kedua WP KPK Yudi Purnomo mengatakan, mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar dan Albertina Ho pilihan tepat untuk menjadi anggota Dewas KPK.

“Jika dua nama itu benar, akan menjadi sangat positif. Masyarakat sudah sangat tahu rekam jejak, integritas, dan sikap antikorupsi mereka (Artidjo dan Albertina),” kata Yudi dalam rilis resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (18/12).

Yudi menilai, Artidjo dan Albertina adalah sosok-sosok yang pernah mashur dalam membuat jera para koruptor saat menjadi hakim pengadil. Karena itu, menurut dia, tak salah jika memang Presiden Jokowi menunjuk keduanya ke Dewas KPK.

Baca Juga

Akan tetapi, Yudi mengatakan, agar Presiden Jokowi tetap hati-hati dan selektif dalam menunjuk anggota Dewas KPK lainnya. Sebab, kata Yudi anggota Dewas KPK yang sudah ditentukan ada lima.

Adanya Artidjo dan Albertina dalam komposisi Dewas KPK memang menggemberikan. Namun, dia mengatakan, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memilih tiga anggota Dewas KPK lain yang punya dedikasi sepadan dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Yudi, jika tiga anggota lainnya memiliki reputasi yang tak mumpuni dalam pemberantasan korupsi, kondisi tersebut akan mencuatkan persoaln baru di internal KPK.  Apalagi, kata Yudi, peran Dewas dalam UU KPK19/2019 memberi kewenangan yang super dalam struktur lembaga pemburu koruptor tersebut.

Lima Dewas KPK punya kewenangan melebihi lima komisioner atau pemimpin KPK. Dewas memiliki kuasa mengawasi pelaksanaan dan tugas KPK. Bahkan, Dewas punya kewenangan memberi atau tak mengizinkan proses penyidikan, hingga penyadapan, dan penggeledahan.

Dewas pun memiliki kewenangan mengevaluasi kinerja lima pemimpin KPK atas dugaan pelanggaran etik. Luasnya kewenangan Dewas KPK tersebut, yang mendesak Presiden Jokowi agar tak salah tunjuk.

“Karena Dewas itu ada lima, maka seharusnya anggota yang lainnya tentu harus mempunyai integritas yang sama,” sambung Yudi.

Kendati demikian, Yudi mengatakan, WP KPK menebalkan apresiasi kepada Presiden Jokowi jika benar menunjuk Artidjo dan Albertina untuk masuk ke Dewas KPK. Kata Yudi, adanya Artidjo dan Albertina dalam struktur Dewas menjadi penambal kecewa publik atas langkah Presiden Jokowi yang menolak penerbitan Perppu UU KPK.

Presiden Jokowi, Rabu (18/12) menyebutkan sejumlah nama anggota calon Dewas KPK. Dua diantaranya, kata dia, adalah Artidjo dan Albertina. Satu nama lagi, dikatakan Presiden Jokowi adalah Taufiqurrahman Ruki yang pernah menjadi Ketua KPK. Namun dua nama lainnya, Presiden Jokowi tak menyebutkan.

Lima anggota Dewas KPK rencananya akan dilantik pada Jumat (20/12) mendatang. Pelantikan Dewas, berbarengan dengan pelantikan lima komisioner KPK 2019-2023.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA