Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Cara Donna Agnesia Cegah Anak Kecanduan Gawai

Rabu 18 Dec 2019 09:30 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Aktris sekaligus presenter, Donna Agnesia, memiliki cara tersendiri dalam membatasi anaknya menggunakan gawai.

Aktris sekaligus presenter, Donna Agnesia, memiliki cara tersendiri dalam membatasi anaknya menggunakan gawai.

Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Donna Agnesia tak ingin anaknya kecanduan gawai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak yang lahir dan tumbuh di era digital, rasanya sulit lepas dari 'perangkap' gawai. Setelah mengenal gim daring atau aplikasi lain di gawai, misalnya, anak umumnya enggan melakukan aktivitas lain dan ingin selalu bermain gawai. 

Fenomena itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua, salah satunya dirasakan oleh aktris sekaligus presenter Donna Agnesia. Ibu dari tiga orang ini mengakui bahwa akses gawai pada anak mesti dibatasi agar tak berpengaruh buruk pada perkembangan anak.
 
"Tentunya khawatir, karena kalau anak-anak sudah main gadget itu suka lupa waktu," kata Donna saat diwawancarai di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu (15/12).
 
Menurut Donna, peran orang tua dalam mengarahkan sang buah hati agar tidak kecanduan gawai sangat penting. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mengajak anak untuk aktif beraktivitas fisik sedari kecil, misalnya dengan mengajak bersepeda, renang, lari atau bermain di wahana adventure.
 
"Aktivitas fisik itu kan sangat penting buat anak ya, apalagi memang mereka itu sedang dalam masa pertumbuhan," kata isteri dari Darius Sinathrya ini.
 
Mengajak anak untuk mau beraktivitas fisik memang tidak mudah, namun bukan berarti itu adalah suatu hal yang mustahil. Karenanya, menurut Donna, orang tua jangan hanya sekadar melarang anak bermain gawai kemudian menyuruhnya beraktivitas fisik. Baiknya, orang tua juga memberikan teladan kepada anak-anaknya.
 
"Anak itu kan meniru perilaku orang dewasa ya, jadi kalau orang tuanya aja main gadget terus dan nggak suka olahraga ya anak juga akan meniru itu," kata dia.
 
Donna mencontohkan caranya membatasi akses gawai bagi si bungsu Quinesha Sabrina (8 tahun). Sabrina hanya boleh menggunakan gawai saat akhir pekan. Itupun penggunaannya tetap dibatasi dan didampingi.

"Untuk Sabrina ada aturan main juga, jadi pagi-pagi biasanya aku suruh dia main sepeda dulu, renang dulu, pokoknya main di luar dulu. Terus mandi dan sarapan, dan jam 9 baru boleh main gadget," jelas Donna.

Selain itu, Donna bersama Lionel Nathan (12), Diego Andres (10), dan Sabrina membuat kesepakatan berikut konsekuensinya bagi pelanggar aturan menggunakan gawai. Salah satu hukuman yang biasa diberikan ialah larangan mengakses gawai selama satu bulan.

 

 
 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA