Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Nurhadi Tersangka Terakhir Laode dan Saut Sebelum Purnatugas

Selasa 17 Dec 2019 05:35 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Laode M Syarif bersiap memberikan keterangan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/12).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Laode M Syarif bersiap memberikan keterangan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Masa tugas komisioner KPK yang menjabat sejak 2015 akan pungkas pada Jumat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penetapan mantan sekretaris Mahkamah Agung (sekjen MA) Nurhadi sebagai tersangka korupsi suap dan gratifikasi, Senin (16/12). Penetapan Nurhadi sekaligus menjadi momen perpisahan dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisioner Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang mengatakan, penetapan tersangka tersebut akan menjadi pengumuman kasus terakhir yang keduanya lakukan sebelum melepas jabatan pada Jumat (20/12) ini. “Saya dan Pak Saut, mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, kepada masyarakat dan teman-teman," kata Laode, usai mengumumkan Nurhadi sebagai tersangka, di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (16/12).

Selain Nurhadi, Laode dan Saut juga menetapkan tersangka lainnya pada konferensi pers yang sama. Yakni, pejabat tinggi di Kementerian Agama (Kemenag) Undang Sumantri dalam kasus yang berbeda.

Baca Juga

Nurhadi dituduh menerima suap dan gratifikasi senilai RP 46 miliar dalam aksi mafia peradilan, untuk mengatur sejumlah putusan perkara di tingkat kasasi dan peninjauan kembali (PK) di MA. Sedangkan Sumantri, terkait proyek pengadaan di Kemenag.

"Kayaknya ini (penetapan Nurhadi sebagai tersangka) menjadi konfrensi pers terakhir bagi kami dalam mengumumkan tersangka,” ujar dia. 

Saat menyampaikan perpisahan tersebut, Saut sempat menggoda Laode. Saut memang tak mengucapkan langsung salam perpisahan tersebut. Pun dia tak serius mengiyakan ungkapan rekan kerjanya itu. 

“Siapa tahu besok ada OTT (operasi tangkap tangan),” kata Saut menggoda Laode. 

Laode pun menanggapi ucapan rekan kerjanya itu dengan mengatakan, OTT sebagai situasi yang berbeda. “Nah… Kecuali ada yang spesial seperti itu (OTT). Tetapi sepertinya, ini (penetapan Nurhadi dan Sumantri sebagai tersangka) konfrensi pers terakhir kami dalam menetapkan tersangka. Mohon maaf lahir batin,” sambung Laode. 

Ia pun mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat, dan seluruh pegiat antikorupsi yang mendukung kinerja pemberantasan korupsi oleh KPK selama ini. “Terimakasih atas kerjasamanya dalam mengawal Indonesia agar lebih baik dalam pemberantasan korupsi,” sambung Laode.

Konferensi pers penetapan tersangka berlangsung sekitar 40-an menit setelah Isya. Usai sesi tanya jawab, biasanya para komisioner bersedia untuk kembali ditanyai lewat sesi todong rekam atau doorstop.

Namun setelah selesai sesi tanya jawab, Laode dan Saut memilih langsung meninggalkan lokasi konferensi pers. Namun saat hendak meninggalkan ruangan konfrensi, Laode mendadak mengajak Saut untuk mengucapkan salam perpisahan kepada masyarakat, dan para wartawan.

Masa tugas Laode dan Saut di KPK memang bakal pungkas pekan ini setelah menjabat sejak 2015. Begitu juga komisioner lainnya, termasuk ketua Agus Rahardjo, dan juga Basariah Pandjaitan.

Keempatnya, akan digantikan oleh komisioner baru yang sudah terpilih dan akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Desember mendatang. Satu-satunya komisioner saat ini yang tak akan diganti, yakni Alexander Marwata. Ia terpilih kembali sebagai komisioner untuk periode 2020-2024.

Selain Alexander, empat komisioner KPK lainnya yang akan dilantik Presiden Jokowi pada akhir pekan nanti adalah, Komjen Firli Bahuri, Nawawi Pamalango, Nurul Ghufron, dan Lily Pintauli Siregar. Selain akan melantik komisioner yang baru, pada hari pelantikan tersebut, Presiden Jokowi juga akan melantik anggota struktur baru di KPK, yakni para Dewan Pengawas (Dewas) untuk periode kepemimpinan KPK berikutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA