Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Wapres Minta Perguruan Tinggi Redam Penyebaran Radikalisme

Sabtu 14 Dec 2019 12:40 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Wapres KH Maruf Amin

Wapres KH Maruf Amin

Foto: Fauziah Mursid / Republika
Radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta perguruan tinggi bisa mengambil peran sebagai stabilitator. Yakni dalam meredam kondisi negatif yang dapat menciptakan instabilitas dalam masyarakat. Salah satunya, kata Kiai Ma'ruf, mencegah penyebarluasan paham radikalisme.

Itu disampaikan Kiai Ma'ruf saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sarjana XXVII dan Pascasarjana XIII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/12).  "Upaya menangkal radikalisme ini sangatlah penting, karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme yang mengancam kehidupan kita sebagai negara, sebagai masyarakat dan sebagai umat beragama," ujar Kiai Ma'ruf di Royal Krakatau Hotel, Cilegon, Sabtu (14/12).

Baca Juga

Kiai Ma'ruf menerangkan radikalisme adalah cara berpikir. Sedangkan radikalisasi adalah transfer cara berpikir yang mentoleransi kekerasan untuk tujuan tertentu. Karena itu, mencegah radikalisme harus dimulai dari upaya menangkal cara berpikir radikal dan memutus proses transfer cara berpikir radikal tersebut.

Untuk itu, Kiai Ma'ruf menyebut, pemberian imunisasi kepada masyarakat agar
tidak mudah menerima pikiran-pikiran radikal juga perlu. Karena itu, ia berharap peran perguruan tinggi dalam memberikan imunisasi kepada masyarakat tersebut.

"Kampus dengan misi pendidikan Islam harus lebih banyak menyampaikan pesan tentang Islam yang sesungguhnya. Serukan bahwa Islam merupakan agama cinta yang tidak mungkin mengajarkan sikap permusuhan terhadap sesama," ujar Kiai Ma'ruf.

Dalam orasinya di hadapan 840 wisudawan sarjana dan 90 wisudawan magister dari UIN SMH Banten tersebut, Kiai Ma'ruf mengangkat tema "Arus Baru Ekonomi di Indonesia Perspektif Syariah".

Ia juga berpesan kepada sivitas akademika UIN Banten dan perguruan tinggi lainnya  agar berperan dalam upaya pemberdayaan umat untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Menurutnya, masalah kemiskinan dan ketimpangan masih merupakan masalah utama bangsa.

Ia pun menilai kemiskinan dan ketimpangan itu harus dihilangkan melalui kekuatan
umat. Karena itu, sangat penting untuk terus mendorong pelibatan seluruh umat dalam kegiatan ekonomi, terutama melalui penguatan ekonomi dan keuangan Syariah sebagai sarana keterlibatan umat dalam kegiatan ekonomi.

Ini kata Kiai Ma'ruf, sejalan dengan pemerintah yang ingin berakselerasi dalam pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah. "Saya mengharapkan agar kampus
ini dapat juga berperan dalam pemberdayaan umat. Terutama dalam memberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi dan niaga dalam Islam," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA