Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Menag tak Banyak Respons Soal Deradikalisasi Jadi Moderasi

Jumat 13 Dec 2019 06:08 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ani Nursalikah

Menag tak Banyak Respons Soal Deradikalisasi Jadi Moderasi. Foto ilustrasi Menteri Agama Fachrul Razi.

Menag tak Banyak Respons Soal Deradikalisasi Jadi Moderasi. Foto ilustrasi Menteri Agama Fachrul Razi.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir usul konsep deradikalisasi diganti moderasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Menteri Agama Fachrul Razi tidak banyak memberikan respons mengenai konsep deradikalisasi diganti moderasi. Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan agar konsep deradikalisasi diganti moderasi.

Hal itu disampaikan Haedar dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Fachrul yang turut menghadiri pidato pengukuhan itu cuma mengatakan deradikalisasi merupakan program lama yang sudah berjalan.

"Deradikalisasi itu sudah program lama, sudah jalan terus," kata Fachrul di Sportorium UMY, Kamis (12/12).

Ia mengaku ingin pula deradikalisasi dilakukan secara lebih lembut. Artinya, program deradikalisasi tidak serta-merta dilaksanakan melalui upaya-upaya yang drastis.

Fachrul merasa, deradikalisasi itu memang dicontoh dari tempat lain, tapi dilaksanakan melalui ide-ide Indonesia sendiri. "Kalau di negara lain tertentu mungkin dia terlalu drastis, kita tidak seperti itu," ujar Fachrul.

Haedar mengusulkan Indonesia segera mengakhiri konsep deradikalisasi dalam menanggulangi paham-paham radikal. Ia berpendapat, radikal tidak bisa dihadapi lewat cara radikal.

"Saya menawarkan, mari kita akhiri deradikalisasi dan kita ganti dengan moderasi," kata Haedar.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA