Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Pengamat: Banten Mulai Tradisi Jadi Provinsi Anti Korupsi

Rabu 11 Dec 2019 23:57 WIB

Red: Bayu Hermawan

Gubernur Banten Wahidin Halim

Gubernur Banten Wahidin Halim

Foto: Pemprov Banten
Provinsi Banten menerima penghargaan atas capaian implementasi pencegahan korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Provinsi Banten untuk pertama kalinya meraih penghargaan atas capaian implementasi pencegahan korupsi dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, Senin (9/12) lalu. Pengamat politik Adi Prayitno menilai, Provinsi Banten telah berubah sejak dipimpin oleh Wahidin Halim.

Di era sebelumnnya, Provinsi Banten pernah mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk KPK, menyusul berbagai skandal korupsi yang banyak terjadi dan melibatkan dinasti politik disana. "Jika dibandingkan dengan gubernur sebelumnya, era Wahidin Halim tentu lebih baik. Ini penting untuk melecut supaya banten naik kelas jadi provinsi bebas korupsi." Kata Adi saat dihubungi, Selasa (10/12).

Adi menambahkan, bahwa dengan diraihnya penghargaan tersebut Banten di era Wahidin sudah memulai tradisi baru sebagai provinsi yang bersih dari korupsi. "Wahidin sudah memulai tradisi baru. Banten bersih anti korupsi." Tegasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim menerima penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dalam kategori Pemerintah Provinsi atas capaian implementasi pencegahan korupsi. Penghargaan tersebut diterima Gubernur Banten pada Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, di Jakarta, Senin.

Penghargaan yang diterima oleh Gubernur Banten merupakan penghargaan yang pertama kali diraih oleh Provinsi Banten sejak Provinsi Banten terbentuk. Selain Provinsi Banten, Capaian Implementasi Pencegahan Korupsi Tingkat Daerah kategori provinsi juga diraih oleh Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

Dengan penilaian dilihat dari capaian berbagai kategori diantaranya, perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, dan manajemen aset daerah serta pembinaan dan tata kelola pemerintahan yang bersih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di wilayahnya.

Gubernur menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh aparatur Pemprov Banten yang berkomitmen penuh dalam menciptakan pemerintahan yang bersih di bumi Banten yang tercinta, serta harus dapat menunjukkan bahwa Banten berkomitmen dalam pencegahan korupsi ke depan yang lebih baik lagi.

"Karena tanpa korupsi, Banten kuat Indonesia maju."tegasnya

Sementara itu, Wakil Presiden RI KH Ma'rif Amin menyebutkan pencegahan korupsi merupakan upaya penyadaran publik terhadap bahaya kejahatan korupsi.  "Korupsi merupakan kejahatan sistemik dan mengganggu pembangunan," tegasnya.

Peringatan Hari Korupsi Dunia (Hakordia) 2019 mengambil tema Maju Lawan Korupsi dihadiri oleh jajaran Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, serta para kepala daerah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA