Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Mayoritas Penyaluran Kredit Ekonomi Kreatif untuk Kuliner

Rabu 11 Dec 2019 15:03 WIB

Red: Friska Yolanda

Susana dan aktivitas di Pasar Jajanan Ndeso, di kawasan embung Sebligo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Ahad (20/10). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan mayoritas kredit ekonomi kreatif disalurkan pada sektor kuliner, fashion, dan kriya. Total penyalurannya sebesar Rp 7,9 triliun pada 2019.

Susana dan aktivitas di Pasar Jajanan Ndeso, di kawasan embung Sebligo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Ahad (20/10). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan mayoritas kredit ekonomi kreatif disalurkan pada sektor kuliner, fashion, dan kriya. Total penyalurannya sebesar Rp 7,9 triliun pada 2019.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Penyaluran permodalan ke ekonomi kreatif meningkat hampir dua kali lipat sejak 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan mayoritas kredit ekonomi kreatif disalurkan pada sektor kuliner, fashion, dan kriya. Total penyalurannya sebesar Rp 7,9 triliun pada 2019.

Deputi Akses Permodalan Kemenparekraf, Fadjar Hutomo menyampaikan nilai tersebut merupakan capaian Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan ke sektor ekonomi kreatif. Penyaluran permodalan ke pelaku ekonomi kreatif tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2016 sebesar Rp 4,2 triliun saat awal Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dibentuk.

"Profilnya sesuai kontribusi subsektor terhadap PDB ekononomi kreatif, kuliner sebesar 48 persen, fashion 18 persen, dan kriya sebesar 16 persen," katanya kepada Republika.co.id di sela Indonesia Innovation Forum di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Rabu (11/12).

Baca Juga

Fadjar menyampaikan dalam beberapa waktu terakhir, Kemenparekraf juga fokus pada subsektor ekonomi kreatif yakni digital melalui pengembangan startup. Dalam jumlah kredit tersebut ia meyakini ada yang disalurkan ke subsektor digital, namun masih sangat minim.

Ini karena sasaran KUR tidak banyak fokus untuk sektor digital. Penyaluran kredit ke digital atau start up banyak dilakukan oleh modal ventura. Menurut Direktur Akses Non Perbankan yang juga Deputi Akses Finansial Kemenparekraf, Syarifullah, jumlahnya mencapai Rp 255 miliar tahun ini di sektor ekonomi kreatif.  

Kemenparekraf juga akan menyalurkan pembiayaan berupa insentif dari dari pemerintah ke lima subsektor prioritas, salah satunya digital. Jumlahnya sekitar Rp 6 miliar yang akan dikompetisikan oleh pelaku ekonomi kreatif.

"Memang jumlahnya tidak besar, ini untuk dana stimulus saja, setelahnya kita harapkan ada dana dari venture capital lainnya," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA