Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Pemkab Cianjur Kebobolan Miliaran Rupiah dari Reklame Ilegal

Rabu 11 Dec 2019 00:39 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Pemkab Cianjur Kebobolan Miliaran Rupiah dari Reklame Ilegal

Pemkab Cianjur Kebobolan Miliaran Rupiah dari Reklame Ilegal

Pemerintah Kabupaten Cianjur kebobolan reklame yang terpasang tapi tidak bayar pajak

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM --  bernilai miliaran rupiah. Mirisnya, iklan tersebut terdapat di pusat Kota Cianjur, pinggiran kota, dan kawasan wisata Cipanas.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur Komarudin membenarkan ribuan reklame yang terpasang tapi tidak membayar pajak itu jumlahnya ribuan.

AYO BACA : Dipasang di Tengah Trotoar, Tiang Reklame di Sukabumi Dicabut Paksa

"Pemerintah kebobolan dengan reklame ilegal ini. Kami saat ini sedang melakukan penertiban secara menyeluruh," ungkap Komarudin kepada Ayobandung.com saat ditemui di kantornya, Selasa (10/12/2019).

Komarudin yang biasa disapa Uwa Komar mengungkapkan, akibat pemasangan reklame ilegal ini, pemkab kehilangan pendapatan asli daerah mencapai miliaran rupiah.

AYO BACA : Satpol PP Kota Bandung Segel Ratusan Reklame Ilegal Sepanjang 2019

"Maka dari itu, Bappenda akan melakukan pendataan ulang secara berkala, mana yang sudah membayar dan mana yang belum membayar pajak," ucap Uwa Komar

Berdasarkan data sementara yang telah kita pelajari, di wilayah Cianjur kota saja sudah ada 500 reklame yang belum mayar pajak.

"Bayangkan saja di wilayah kota sebanyak 500 reklame yang belum bayar, apalagi dipinggiran kota," kata Uwa Komar.

AYO BACA : Pemkot Bandung Bakal Tindak 22.000 Reklame Tak Berizin

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA