Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

100 Finalis Olimpiade Halal Rebutkan Tiket Grand Final

Senin 09 Dec 2019 21:05 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

100 Finalis Olimpiade Halal Rebutkan Tiket Grand Final. Foto: Logo halal dari LPPOM MU (ilustrasi).

100 Finalis Olimpiade Halal Rebutkan Tiket Grand Final. Foto: Logo halal dari LPPOM MU (ilustrasi).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Olimpiade Halal merupakan upaya LPPOM MUI untuk mencetak pendakwah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Olimpiade Halal 2019 dilaksanakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) sejak Agustus 2019. Sebanyak 100 finalis Olimpiade Halal dari 19.698 pelajar telah masuk pada babak selanjutnya untuk memperebutkan tiket enam besar grand final.

Pada tahap ini peserta diwajibkan mengikuti ujian secara daring melalui situs, www.halolppommui.com yang dilaksanakan secara serentak di berbagai provinsi dan beberapa negara. Dalam pelaksanaannya, 45 peserta dari wilayah DKI Jakarta dan Bogor dipusatkan di kantor LPPOM MUI, Bogor pada Senin (9/12). Sedangkan peserta lainnya dilaksanakan di masing-masing provinsi dan lima negara.

Sebanyak 100 finalis yang dipilih berdasarkan Surat Keputusan Dewan Juri Olimpiade Halal juga diwajibkan membuat karya mandiri Vlog Halal berupa video pendek berdurasi 3-5 menit dengan tema 'Produk Halal Pilihan Generasi Milenial'. Selanjutnya akan dipilih enam peserta terbaik sebagai grand finalis Olimpiade Halal 2019.

"Penyelenggaraan Olimpiade Halal dari tahun ke tahun mendapatkan tempat tersendiri di kalangan pelajar SMA dan SMK sederajat. Alhasil, jumlah peserta tiap tahun terus meningkat," kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (9/12).

Lukmanul mengatakan, Olimpiade Halal tahun ini mengusung tema 'Produk Halal Pilihan Generasi Milenial' diharapkan dapat lebih memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk terus peduli dengan halal. Selain untuk sosialisasi dan edukasi halal, Olimpiade Halal juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan produk bersertifikat halal kepada generasi milenial. Supaya produk tersebut dikenal dan dikonsumsi oleh mereka.

Wakil Direktur LPPOM MUI, Osmena Gunawan menyampaikan, Olimpiade Halal merupakan upaya LPPOM MUI untuk mencetak pendakwah dan pegiat halal. “Kita harus sama-sama menyebarkan dakwah ini. Dakwah ini berbeda dengan dakwah lainnya. Kita bicara soal pentingnya makanan halal, yang berlaku dan dibutuhkan di semua zaman," jelasnya.

Olimpiade Halal 2019 dilaksanakan LPPOM MUI sejak Agustus 2019. Dimulai dengan babak penyisihan yang diikuti 19.698 peserta dan digelar sebanyak 89 gelombang ujian di 28 provinsi di Indonesia dan di lima negara. Di antaranya di Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Pakistan.

Olimpiade Halal merupakan kegiatan rutin tahunan LPPOM MUI dalam rangka menumbuhkan kesadaran halal untuk para pelajar SMA dan SMK sederajat melalui ujian secara daring. Dimulai pada tahun 2014, pelaksanaan olimpiade ini terus disambut gembira oleh masyarakat.

Karenanya peserta Olimpiade Halal terus meningkat pada setiap tahunnya. Di tahun 2014 diikuti 2.964 peserta, di 2015 diikuti 3.937 peserta, di tahun 2016 diikuti 7.767 peserta, di tahun 2017 diikuti 13.524 peserta, dan di tahun 2018 diikuti 15.172 peserta. Pada tahun 2019 ini diikuti 19.698 peserta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA