Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Ikagi Buka-Bukaan Soal Kelakuan Eks Dirut Garuda

Senin 09 Dec 2019 11:12 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia - Ari Askhara

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia - Ari Askhara

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Karyawan Garuda Indonesia senang dengan pemberhentian Ari Askhara sebagai dirut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Pekerja Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) mendatangi Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12). Sekretaris Jenderal Ikagi Jacqueline mengatakan kedatangan Ikagi handak bersilaturahmi dengan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

"Ikagi akan silaturahmi dengan Pak Arya sehingga ada komunikasi antara kami awak kabin dengan Pak Arya. Diskusi saja," ujar Jacqueline di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).

Jacqueline menyampaikan karyawan Garuda Indonesia merasa senang dengan pemberhentian Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara pascakasus penyelundupan motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton dalam pesawat baru Airbus A330-900

"Saat ini karyawan sudah merasa senang ketika Ari Askhara diturunkan, dicopot, banyak karyawan yang bersyukur, bahagia karena selama beliau memimpin banyak sekali kerusakan di Garuda Indonesia," ucap dia.

Ia menyebut banyak karyawan yang merasa takut dan terancam dengan kebijakan yang dibuat oeh Ari Askhara. Salah satu contoh, ungkap Jacqueline, apabila melakukan kesalahan sedikit, karyawan tersebut akan langsung dipindahkan ke Papua.

"Kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba digrounded, tidak boleh terbang, itu banyak dan sering," lanjutnya.

Dia menambahkan, saat awal menjabat Ari berjanji menjalin komunikasi dengan awak kabin dan seluruh karyawan Garuda Indonesia. "Tapi beberapa bulan beliau menjabat, banyak kebijakan yang merugikan," kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA