Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Rahmat Tambah Emas, PB PABBSI Canangkan Target ke Olimpiade

Rabu 04 Dec 2019 18:01 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Lifter Timnas Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu (27/11/2019).

Lifter Timnas Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu (27/11/2019).

Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
PABBSI ingin para lifter Indonesia bisa menembus olimpiade sebanyak-banyaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -– Rahmat Abdullah membuat bendera merah putih terangkat tinggi. Ia baru saja meraih medali emas cabang olahraga angkat besi pada SEA Games 2019.

Pemuda asal Makassar itu menjadi yang terbaik di kelas 73 kg putra. Dalam perlombaan di Ninoy Aquino Stadium, Rabu (4/12), total angkatan Rahmat mencapai 322 kg. Perinciannya angkatan snatch 145 kg dan clean and jerk 177 kg.

"Semoga bisa dinaikkan lagi. Masih ada rekor dunia di kelas 73 kg yang harus saya kejar," kata Rahmat saat ditemui selepas mentas.

Rahmat mengaku sedikit tertekan sebelum pertandingan. Pasalnya, sejumlah lifter tanah air lainnya telah meraih medali.

Rahmat turun di hari terakhir cabor angkat besi. Pada akhirnya ia mampu meraih hasil maksimal. "Sekarang pengen nyantai di rumah dulu. Tahun depan harus kumpul poin demi poin menuju olimpiade," ujar dia.

Wakil Ketua Umum PB PABBSI (Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia), Djoko Pramono bersyukur, atas apa yang dicapai lifter tanah air. Secara keseluruhan cabor ini menyumbang empat emas, satu perak, dan lima perunggu. Menurutnya itu sesuai target awal.

Ke depan, lanjut Djoko, target penting menunggu. Ia ingin para lifter tanah air bisa menembus olimpiade sebanyak-banyaknya.

Sejauh ini baru Eko Yuli Irawan yang sudah masuk level aman. Kemudian Windy Cantika Aisya, jelas Djoko, sudah di ambang pintu. "Yang lain masih di langit ketujuh. Rahmat belum," kata Djoko.

Djoko menjelaskan untuk masuk olimpiade, minimal berada di peringkat kedelapan dunia. Rahmat masih di atas 20 besar.

PB PABBSI ingin menyertakan sang lifter muda di berbagai ajang dalam enam bulan ke depan. Dengan begitu jika hasilnya positif, maka mampu mempengaruhi peringkat yang bersangkutan. "Saya harapkan Rahmat bisa masuk. Saya minta di Menko PMK carikan kami duit, bisa ikut lima event lagi, ngambil poin ke olimpiade," kata Djoko.

Pada intinya, jelas Djoko, penambahan poin tidak bergantung pada banyaknya event yang diikuti. Tapi dari setiap progres yang diperlihatkan sang lifter dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA