Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Warga Diminta tak Edarkan Video Ledakan Monas

Selasa 03 Dec 2019 12:12 WIB

Red: Indira Rezkisari

Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Kedua korban ledakan Monas dalam kondisi sadar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengimbau warga internet tidak menyebarluaskan video maupun gambar terkait ledakan granat di Monumen Nasional (Monas) yang terjadi Selasa (3/12) pagi. Penyebaran gambar dianggap tidak ada gunanya.

"Saya imbau yang sempat viral berkaitan korban ini agar tidak dibagikan, tidak ada gunanya," katanya dalam konferensi pers di Jakarta.

Eko menegaskan bahwa korban atas nama Serma Fajar dan Praka Gunawan masih dalam kondisisadar. "Kondisi korban masih hidup. Korban masih bisa duduk dan bicara," katanya.

Serma Fajar Arisworo dilaporkan mengalami luka parah akibat ledakan granat asap. Sedangkan rekannya, Praka Gunawan mengalami luka ringan di bagian paha akibat percikan granat.

"Serma Fajar kemungkinan tangan kiri agak parah, karena saat pegang granat pakai tangan kiri," katanya. Korban saat ini menjalani perawatan intensif dari tim medis RSPAD Jakarta.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA