Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Jangan Percaya Iming-Iming Oknum Luluskan Tes CPNS

Jumat 29 Nov 2019 06:12 WIB

Red: Ratna Puspita

Puluhan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) antre untuk menyerahkan berkas pendaftaran. (lustrasi)

Puluhan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) antre untuk menyerahkan berkas pendaftaran. (lustrasi)

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Jika menemukan oknum seperti itu, para pendaftar diminta segera laporkan.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali meminta kepada para pendaftar seleksi CPNS 2019 untuk tidak mempercayai dan tergoda iming-iming oknum tak bertanggung jawab yang bisa menjanjikan kelulusan sebagai calon abdi negara. Jika menemukan oknum seperti itu, para pendaftar diminta segera laporkan pada pihak yang berwenang.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab meminta para peserta seleksi CPNS percaya diri bahwa mereka memiliki kapasitas untuk lulus dan percaya pada pemerintah yang akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menciptakan seleksi secara transparan. "Sejauh ini kami belum melihat proses seleksi yang sedang berjalan ini adanya kerawanan-kerawanan yang mencederai proses seleksi tersebut seperti kasak-kusuk oknum tertentu untuk meloloskan dan meluluskan seseorang," ujar dia dikonfirmasi dari Denpasar, Kamis (28/11).

Baca Juga

Kendati demikian, lanjut dia, setiap hal yang mencederai proses seleksi itu bisa saja terjadi jika tidak diawasi dengan baik. Terkait dengan tingginya antusiasme pendaftar CPNS, Umar berpandangan bahwa masyarakat masih menganggap PNS sebagai pekerjaan yang bisa menaikkan status sosial dan mendatangkan rasa nyaman.

"Selain itu, masih dihadapkan pada minimnya lapangan kerja. Antusiasme ini pun didorong oleh semangat ingin melayani negeri dari para pelamar," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali mencatat hingga Kamis (27/11) pagi, jumlah pendaftar CPNS di lingkungan pemerintah provinsi setempat mencapai 15.687 orang. Padahal, pemprov setempat hanya membuka formasi untuk 676 orang.

"Dari jumlah keseluruhan 676 formasi, rinciannya untuk tenaga kependidikan dibutuhkan sebanyak 251 formasi, tenaga kesehatan 72 formasi, dan tenaga teknis 353 formasi," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana.

Demikian juga dengan pendaftar CPNS untuk di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang membludak. Hingga Selasa (26/11) siang sudah mencapai 11.284 orang.

Setelah pendaftaran untuk CPNS Kota Denpasar ditutup pada Selasa (26/11), pukul 23.59 Wita, semua pelamar diverifikasi dan hasil verifikasi akan diumumkan pada Desember 2019. Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDM Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi mengemukakan formasi CPNS untuk Kota Denpasar 364 orang yang terdiri atas 43 formasi tenaga kesehatan, 117 formasi tenaga teknis, dan 204 formasi tenaga pendidikan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA