Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Genjot Tingkat Kunjungan, Sukabumi Gagas Saba Desa Wisata

Kamis 28 Nov 2019 23:37 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

Puncak Dharma, Ciletuh, Jawa Barat

Puncak Dharma, Ciletuh, Jawa Barat

Foto: Republika TV/Fakhtar Khairon Lubis
Saba Desa Pariwisata digelar di Cisolok.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Potensi wisata alam di Kabupaten Sukabumi cukup melimpah dan belum tergali secara optimal. Hal ini coba diangkat dengan kegiatan Saba Desa Pariwisata yang digulirkan utuk menjangkau obyek wisata yang terpendam.

"Kegiatan Saba Desa Pariwisata merupakan kegiatan untuk mensosialisasikan dan mempromosikan kepariwisataan yang ada di daerah,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani, Kamis (28/11).

Salah satunya pada beberapa hari dilakukan ke Kecamatan Cisolok. Seperti diketahui ungkap Usman, Kecamatan Cisolok menjadi salah satu bagian dari kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Keberadaannya harus dipadukan dengan tiga keanekaragaman alam yakni keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya.

Usman meyakini jika potensi wisata alam perdesaan diangkat maka akan memberikan dampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke Sukabumi. Jika pengunjung naik, maka akan mendongkrak perekonomian warga di sekitar lokasi wisata.

Plt Camat Cisolok Yayat Hidayat menambahkan, Kecamatan Cisolok sebagai salah satu kecamatan pendukung UNESCO Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu kini sedang berbenah khususnya dibidang pengembangan pariwisata. "Setiap desa tengah menggali potensi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ ujar dia.

Selama ini potensi wisata terpendam, padahal memiliki banyak potensi. Misalnya kawasan Cikelat dengan destinasi camping groundnya dan destinasi Talaga Bodasnya yang mulai ditata sebagai wahana playground serta spot selfie.

Selanjutnya di Desa Gunung Kramat dengan agrowisata kopinya, Desa Gunung Tanjung dengan destinasi air terjun serta situs-situsnya, Desa Sukarame dengan destinasi air terjun dan air panasnya. Berikutnya Desa wangunsari dengan geysernya, Desa Cikahuripan dengan wisata baharinya dan Desa Pasir Baru dengan wahana Spot selfienya yang bisa memajukan nilai pariwisata di Sukabumi.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, potensi dan daya tarik wisata baru perlu didukung penuh oleh seluruh masyarakat. "Kami terus berupaya melakukan program dan terobosan dalam setiap kegiatan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat,’’ kata dia.

Menurut Marwan, pariwisata berbasis masyarakat merupakan suatu pendekatan pemberdayaan yang melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Di mana pariwisata berbasis masyarakat merupakan peluang untuk menggerakkan seluruh potensi sumberdaya partisipasi dan dinamika masyarakat.

Di sisi lain lanjut Marwan, pengembangan potensi alam jangan sampai merusak lingkungan hidup. Sehingga pengelola dan wisatawan harus menjaga kebersihan dan keasrian alam ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA