Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Lantik Pejabat Eselon, Emil Tekankan Pentingnya Integritas

Kamis 28 Nov 2019 16:01 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan ASN Jabar harus memiliki integritas.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan ASN Jabar harus memiliki integritas.

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Kualitas ASN diukur dari integritas, profesionalitas dan pelayanan sepenuh hati.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melantik Pejabat Struktural Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam upacara pelantikan yang berlangsung di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/11). Ridwan Kamil pun, menekankan bahwa kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) diukur melalui tiga indikator. Yakni, integritas, profesionalitas, dan melayani sepenuh hati.

"Kalau tidak bisa memiliki ketiganya, minimal punya yang nomor satu: Integritas," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurut Emil, integritas penting karena sebagian pejabat struktural yang dilantik akan bekerja di bidang anggaran hingga bidang pelayanan publik yang menguji integritas.

"Sudah takdirnya ASN tupoksi utamanya melayani. Warga tidak semuanya mengerti (birokrasi). Sehingga dibutuhkan rasa sabar dalam pelayanan," kata Emil seraya mengatakan, batin, gestur, dan lisan, harus sepenuh hati melayani dengan prinsip kebermanfaatan untuk masyarakat.

Selain itu, kata dia, di era disrupsi saat ini, Emil mengingatkan para ASN untuk bergerak secara dinamis untuk mengantisipasi pekerjaan rutinitas yang bisa saja digantikan oleh teknologi.

Kepada para pejabat struktural Eselon III dan IV yang dilantik, Emil juga berpesan agar mereka sepatutnya hadir menjadi seorang yang mampu menyelesaikan masalah dengan asas keadilan dalam kepemimpinan.

"Gunakanlah referensi aturan, hukum, batin dalam menjalankan tugas," kata Emil.

Menurut Emil, ia tidak ingin ada lagi pejabat menginformasikan hal yang tidak perlu dikonsumsi publik (hoaks), melakukan hal tercela, juga membangkang kepada atasan.

Terakhir, Emil tak lupa mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dipenuhi dengan kredibilitas. Usai dilantik, para pejabat tersebut pun diharapkan langsung bekerja sesuai amanat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA