Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Polda Sumbar Siap Antisipasi Bencana Alam

Rabu 27 Nov 2019 18:19 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal menghadiri acara sunatan masal di Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (27/11).

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal menghadiri acara sunatan masal di Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (27/11).

Foto: Republika/Febrian Fachri
Polda Sumbar juga meminta masyarakat antisipasi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID,TUA PEIJAT- Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Fakhrizal mengatakan dalam beberapa pekan terakhir cuaca ekstrem terjadi di banyak daerah di Sumbar. Bahkan sudah banyak kejadian bencana alam yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi lama seperi banjir bandang dan tanah longsor. 

Daerah Sumbar yang sudah mengalami bencana di antaranya di Kabupaten Agam terjadi banjir bandang, tanah longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Pasamab dan yang teranyar dan cukup parah adalah benjir bandang di Kabupaten Solok Selatan.

Baca Juga

"Setiap tahun kita di Sumbar mengalami musim hujan seperti ini. Masyarakat harus mengantisipasi. Saya juga sudah perintahkan jajaran untuk mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan bencana ini," kata Fakhrizal saat kunjungan kerja di Kepulauan Mentawai, Rabu (27/11).

Fakhrizal sendiri pekan lalu ikut turun memantau kindisi pasca bencana banjir bandang di Jorong (setara desa) Galapuang, Kabupaten Agam. Di mana selain memastikan penanganan pasca bencana, Fakhrizal juga membawakan bantuan untuk korban terdampak bencana.

Tiga hari terakhir kata Fakhrizal, bencana cukup parah terjadi di Kabupaten Solok Selatan. Yakni di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Sangir, dan Kecamatan Pauh Duo.

Yang paling parah adalah di KPGD. Di kecamatan tersebut terdapat 13 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan dan 68 rumah terendam air. Selain itu fasilitas umum yang rusak di KPGD ialah 1 bangunan sekolah, 1 bangunan masjid dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Akibat banyak kerusakan ini, warga KPGD mengungsi ke tempat aman sebanyak 330 jiwa. Warga mengungsi ke lima titik. Yakni Sapan Salak, Air Batung, Sapan Batu, Pasir Panjang dan Balai Adat setempat. Dari 330 warga yang mengungsi tersebut, 20 di antaranya adalah anak bawah lima tahun (Balita).

Fakhrizal meminta masyarakat agar mewaspadai kondisi cuaca ekstrem ini. Khususnya warga yang berada di daerah rawan segera melakukan evakuasi diri dari harta benda bila kondisi mulai memburuk.

"Masyarakat agar selalu waspada. Keselamatan itu lebih penting," ujar Fakhrizal.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA