Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Kebiasaan Sehari-hari Penyebab Keriput

Rabu 27 Nov 2019 10:39 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Memiliki keriput kadang tak dapat dihindari seiring bertambahnya usia, namun ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mengulur waktu penuaan kulit.

Memiliki keriput kadang tak dapat dihindari seiring bertambahnya usia, namun ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mengulur waktu penuaan kulit.

Foto: EPA
Tidur tengkurap jadi kebiasaan buruk penyebab keriput.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keriput disebabkan oleh banyak faktor. Bahkan ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang ternyata menimbulkan pada keriput. Kebiasaan inilah yang justru tidak disadari sebagian orang.

Gosok Mata
Kulit di sekitar mata sangat halus dan rentan terhadap kerusakan. "Menggosok area sensitif ini meregangkan kulit dan memecah kolagen dan elastin, yang dapat menyebabkan keriput," kata Sejal Shah selaku dokter kulit di New York.

Shah menyebut makin banyak Anda melakukannya, semakin buruk hasilnya. Shah juga menyoroti perilaku menarik kelopak mata untuk mengaplikasi eyeliner.

"Hal ini memiliki efek merusak yang sama," ujar Shah.

Mengenakan Lensa Kontak
Tindakan mengenakan lensa kontak saja tidak menyebabkan kerutan. Tapi cara memasukkannya yang menyebabkan keriput.

Seringkali ketika memasang kontak, kita menaikkan alis. Efek ini serupa dengan menyipitkan mata, gerakan berulang ini menyebabkan kulit di dahi anda berkerut.

Terlalu Banyak Gula
Makanan penutup terasa lezat, tetapi tidak begitu manis untuk kulit. Menurut Shah, asupan gula berlebih dapat mengakibatkan penuaan karena senyawa berbahaya terbentuk ketika protein atau lemak bergabung dengan gula dalam aliran darah. Senyawa ini dapat merusak kolagen dan elastin, menyebabkan kulit keriput dan kendur.

Kurang Tidur
Kesehatan yang timbul karena tidur adalah hal nyata. Jam-jam ketika tidur ialah saat kulit memperbaiki dan memperbarui dirinya sendiri. Jika Anda menahan diri dari istirahat malam yang nyenyak, kulit tidak akan dapat merehabilitasi dirinya sendiri secara efisien, yang menyebabkan berkurangnya pergantian sel dan kulit yang kusam.

Faktanya, sebuah penelitian dalam jurnal Sleep menemukan bahwa kurang tidur mempengaruhi bentuk wajah. Seperti mata, mulut dan kulit, menyebabkan kelopak mata yang menggantung, mata yang lebih merah dan lebih bengkak, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Tidur Tengkurap
"Ketika Anda tidur tengkurap, wajah terhantam bantal, mendorong kulit menjadi kusut," kata dokter Shah. "Setelah beberapa jam dalam posisi ini, kerutan menjadi terukir di wajah Anda," lanjut Syah.

Tidur tengkurap juga meningkatkan bengkak di sekitar mata, karena posisi ini membuat cairan lebih sulit mengalir. Solusinya beri jarak punggung Anda dengan kepala sedikit terangkat. Ini adalah posisi tidur terbaik untuk masalah kesehatan, dilansir dari The Healthy.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA