Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

YLKI Sebut BPOM Bisa Mandul Kalau Wacana Terawan Dijalankan

Selasa 26 Nov 2019 15:57 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Terawan ingin ambil alih pengawasan prapasar-penerbitan izin edar obat dari BPOM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berharap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrantot tidak mengambil alih penanganan urusan izin edar obat-obatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ketua Harian YLKI Tulus Abadi merekomendasikan agar wacana yang dilontarkan Terawan tersebut tidak dijalankan.

Tulus mengkhawatirkan fungsi pengawasan bisa melemah andaikan Kementerian Kesehatan menjalankan kerja pengawasan prapasar dan penerbitan izin edar obat. Semestinya, ada pemisahan kerja pengawasan prapasar dengan pengawasan pascapasar.

"Jika pengawasan premarket control dan postmarket control terpisah, maka upaya untuk penegakan hukum oleh Badan POM akan mandul. Sebab perizinan dan semua data ada di Kemenkes, bukan di Badan POM," kata Tulus.

Menurut Tulus,  tidak ada negara manapun yang mempraktikkan model pengawasan seperti itu.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan rencananya untuk memangkas proses pengurusan izin edar obat-obatan dengan mengembalikan kewenangan penanganan urusan tersebut ke Kementerian Kesehatan. Terawan menginginkan pengurusan izin edar obat cepat agar para industri farmasi bisa bersaing sehat di pasar dan harga obat menjadi lebih rendah.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA