Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

PMKS di Depok Diajak Ikuti Pelatihan Keterampilan

Rabu 27 Nov 2019 01:00 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Christiyaningsih

Anak jalanan (ilustrasi)

Anak jalanan (ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
PMKS di Depok ikuti pelatihan keterampilan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok melakukan pembinaan kepada puluhan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Pembinaan dilakukan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) dengan melibatkan 20 anak jalanan yang ada di Kota Depok.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kota Depok, Dede Rusto, mengatakan pembinaan rutin digelar untuk mengembalikan kepercayaan diri. Pembinaan juga bertujuan menghilangkan stigma negatif pada anak jalanan karena permasalahan sosial di masyarakat terjadi setiap waktu.

"Kami berupaya memberikan pembinaan kepada anak jalanan dan para pengamen, agar tidak turun ke jalan, baik yang baru maupun yang sudah sering terjaring razia," ujar Dede di Rumah Perlindungan Sosial (RPS), di Beji Timur, Kota Depok, Selasa (26/11).

Selain itu pihaknya juga sekaligus memberikan berbagai pengetahuan dari sisi rohani, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. "Hal itu dilakukan agar mereka sadar akan potensi yang dimiliki. Dalam satu tahun kurang lebih tiga kali kami melakukan pembinaan," terang Dede.

Pihaknya, lanjut Dede, berupaya agar para anak jalanan yang putus sekolah dapat meneruskan pendidikannya. "Sedangkan bagi yang berusia produktif dapat bekerja sesuai bidangnya dan tidak turun kembali ke jalan," terangnya.

Menurut Dede, Pemkot Depok terus memberikan perhatian kepada anak jalanan, baik dari sisi pendidikan maupun wadah bagi PMKS untuk mencari nafkah atau mengamen. Bahkan, Dinsos Depok telah bekerja sama dengan Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi para PMKS.

"Kami mengirim mereka ke balai rehabilitas tidak boleh berdasarkan pemaksaan. Kami berusaha mendorong, agar mereka mau hidup lebih baik lagi dan bermanfaat," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA