Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Netizen Puji Aksi Mencegah Pembakaran Alquran di Norwegia

Selasa 26 Nov 2019 11:10 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Muslim Norwegia ilustrasi

Muslim Norwegia ilustrasi

Foto: REUTERS/Hakon Mosvold Larsen
Tagar pujian aksi mencegah pembakaran Alquran di Norwegia beredar di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Jagat media sosial pada Jumat lalu diramaikan dengan pujian untuk seseorang yang disebut 'pahlawan Muslim' karena ia telah berupaya mencegah aksi pembakaran salinan Alquran di Norwegia.

Sebelumnya pada 16 November 2019 lalu organisasi anti-Islam di Kristiansand, Norwegia, yang dinamakan Stop the Islamization of Norway (SION) menggelar aksi protes menentang Islam dan berupaya membakar salinan Alquran.

Dilansir di Pakistan Today, Selasa (26/11), salah seorang anggota kelompok sayap kanan ekstrem itu, Lars Thorsen, mencoba membakar salinan Alquran. Hal itu ia lakukan di Kota Kristiansand yang berpenduduk Muslim.

Saat kejadian, pria bernama Ilyas Umer melompat ke lingkaran barikade dan berupaya menyelamatkan salinan Alquran itu dari aksi pembakaran. Ia lantas mengarahkan tendangan ke anggota SIAN tersebut. Namun, polisi segera tiba dan melerai perkelahian keduanya.

Aksi Ilyas ini kemudian menuai berbagai pujian di media sosial. Tagar menyebut Ilyas menjadi trending di jejaring sosial Twitter di Pakistan, di antaranya #ilyas_Hero_of_Muslim_Ummah, #Norway, #Defender_of_Quran, #TheGloriousQuran dan Muslim. Kendati begitu, meski sang pahlawan Muslim itu disebut bernama Ilyas di media sosial, tapi identitasnya belum terkonfirmasi. 

Selain memuji aksi Ilyas, di media sosial juga ramai dengan ungkapan kekhawatiran atas munculnya Islamofobia di Eropa dan seluruh dunia. Menurut laporan, dua salinan Alquran itu pada awalnya dilemparkan ke tempat sampah selama aksi protes. Sedangkan, Thorsen membakar salinan yang lainnya. 

Aksi yang dipandang sebagai penodaan terhadap Alquran ini pun menuai kecaman berbagai pihak. Termasuk dari sebuah organisasi sosial dan budaya Pakistan Union Norway (PUN). Ketua PUN Chaudhry Qamar Iqbal, dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Lars Thorsen, mengatakan bahwa Thorsen telah melukai perasaan orang-orang Muslim dengan menodai Alquran. Menurut dia, orang Norwegia adalah orang yang damai dan Norwegia menikmati reputasi yang baik di seluruh dunia karena menghormati hak-hak agama lain. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA