Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Jakpro Janji Bangun Fasilitas TIM yang Pernah Hilang

Selasa 26 Nov 2019 03:08 WIB

Red: Ratna Puspita

Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pembangunan itu untuk memperbanyak ruang baru seniman berekspresi pascarevitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengatakan akan membangun kembali fasilitas yang sempat hilang di kawasan seni Taman Ismail Marzuki. Pembangunan itu untuk memperbanyak ruang-ruang baru untuk seniman berekspresi pascarevitalisasi selesai.

"Kami akan membangun kembali fasilitas yang sempat hilang seperti Teater Arena atau Wisma Seni untuk para seniman yang akan pentas di TIM dan butuh tempat untuk menginap," kata Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Darwoto saat ditemui di kantornya Thamrin City, Senin (25/11).

Baca Juga

Dwi mengatakan juga selain membangun area-area yang sempat hilang di masa lalu, Jakpro akan menambahkan ruang terbuka hijau dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki dari yang sebelumnya hanya ada 11 persen menjadi 27,2 persen. Lebih lanjut, ruang terbuka hijau itu nantinya dapat digunakan oleh para seniman untuk berlatih persiapan pentas ataupun melakukan aktivitas seni lainnya.

Penambahan ruang terbuka hijau di Taman Ismail Marzuki itu juga berfungsi mendukung konsep bangunan ramah lingkungan yang sederhana. "Selain penambahan RTH, TIM akan lebih terbuka bahkan sampai ke Jalan Cikini Raya aksesnya terbuka," kata Dwi.

Kendati demikian, salah satu seniman yang aktif di Taman Ismail Marzuki Arie F Batubara mengatakan usaha Jakpro untuk membangun kembali tempat-tempat yang pernah hilang seperti Teater Arena dan Wisma Seni tidak tepat. "Artinya mereka harus hancurkan benar-benar teater yang masih ada itu karena lahannya dulu disitu," kata Arie.

Sebelumnya, para seniman menolak adanya pembangunan hotel dalam revitalisasi kawasan pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang akan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "Kami bukannya menolak revitalisasi TIM, yang kami tolak pembangunan hotelnya. Itu kan tidak sesuai dengan citra TIM sebagai art center," kata salah satu seniman TIM Arie F Batubara saat dihubungi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA