Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Jakpro: Pembangunan Hotel TIM bukan Komersialisasi

Senin 25 Nov 2019 23:43 WIB

Red: Ratna Puspita

Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Jakpro tak akan mengubah spot seni sehingga titik-titik budaya yang ada tidak hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto menyebutkan pembangunan hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan langkah mengoptimalisasikan wilayah kesenian. Jakpro menegaskan pembangunan bukan ajang komersialisasi.

"Nantinya (hotel) hasilnya itu jadi optimalisasi, bukan komersialisasi. Itu akan dikembalikan kepada TIM juga. Siapa pun yang mengurus, bahkan kalau Jakpro tidak jadi pengelola, ya tidak masalah juga," kata Dwi saat menjelaskan alasan pembangunan hotel kawasan TIM di kantornya Thamrin City, Senin (25/11).

Baca Juga

Menurut Dwi, pembangunan hotel berbintang lima yang akan bernama Wisma TIM itu merupakan pondasi agar kawasan seni itu dapat mengembalikan APBD yang digunakan dalam revitalisasi. Dwi mengatakan, Jakpro tidak akan sama sekali mengubah spot seni sehingga titik-titik budaya yang ada tidak hilang.

"Tak ada satu pun yang hilang, planetarium kita pertahankan, ini adalah 'heritage'. Cuma semua kita modernkan," kata Dwi.

Sebelumnya, para seniman menolak adanya pembangunan hotel dalam revitalisasi kawasan pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang akan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "Kami bukannya menolak revitalisasi TIM, yang kami tolak pembangunan hotelnya. Itu kan tidak sesuai dengan citra TIM sebagai art center," kata salah satu seniman TIM Arie F Batubara saat dihubungi.

Para seniman TIM menilai dengan adanya hotel yang direncanakan berbintang lima itu maka lambat laun orientasi kawasan budaya akan tergerus menjadi kawasan komersial.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA