Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Ini Perbedaan Maurizio Sarri dan Allegri Menurut Dybala

Senin 25 Nov 2019 20:42 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Selebrasi Paulo Dybala

Selebrasi Paulo Dybala

Foto: Luca Bruno/AP
Dybala mengungkapkan perbedaan antara Allegri dan Sarri dalam melatih Juventus.

REPUBLIKA.CO.ID,

Dybala Ungkap Perbedaan Sarri dengan Allegri

TURIN -- Paulo Dybala mengklaim sangat senang bermain di bawah besutan pelatih Juventus, Maurizio Sarri. Dybala juga merasa dirinya saat ini seperti pemain penting bagi i Bianconeri.

"Cara tim dipimpin telah berubah. Sarri memiliki cara yang sama sekali berbeda dalam memahami permainan. Bagi saya, dan mungkin pemain lain, itu lebih menyenangkan," kata Dybala kepada El Pais disadur Football Italia, Senin (25/11).

Dybala telah memainkan 15 penampilan bersama Juventus di semua pertandingan kompetitif musim 2019/2020. Ia tercatat telah mencetak enam gol dan menyumbangkan dua assist.

Performa impresif pemilik nomor punggung 10 itu tampil lebih matang di bawah Sarri, ketimbang ketika dipimpin oleh Masimiliano Allegri musim lalu. Sebab, di bawah Allegri dirinya kerap mendapat waktu bermain lebih sedikit. Dybala hanya mampu mengukir 10 gol dari 42 penampilan di semua ajang.

Lebih lanjut, pesepak bola 26 tahun memuji pelatih asal selatan Italia. Ia menilai Sarri telah membawa banyak perubahan dalam segi teknis permainan Nyonya Tua.

"Kami lebih banyak menguasai bol dan kami menciptakan banyak peluang. Ini memberi Anda peluang untuk mengambil dan melakukan sesuatu yang berbeda karena Anda tahu Anda akan mendapat kesempatan lain," sambung pria berpaspor Argentina.

Di bawah komando Sarri, Dybala berada dalam habitat aslinya, ia bermain sebagai second striker dibelakang Gonzalo Higuain atau pun Cristiano Ronaldo. Hal itu berbeda saat masih bersama Allegri.

Praktis, dengan semua yang ia dapatkan musim ini pemain berjuluk La Joya merasa senang. Ia kerasaan apabila Juve telah memberikan 100 persen kepercayaan kepada dirinya.

"Saya merasa seperti pemain penting, dihormati oleh para penggemar dan rekan satu tim saya. Tapi saya tidak merasa seperti seorang pemimpin dan saya tidak berusaha menjadi seorang pemimpin," ungkapnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA