Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tiga Arsitektur Periode Tulip Ustmaniyah

Ahad 24 Nov 2019 14:38 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko

Topkapi Palace

Topkapi Palace

Foto: Tripadvisor
Era Tulip (Lle Devri) berlangsung pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Era Tulip (Lle Devri) berlangsung pada masa Kesultanan Utsmaniyah sejak 1718 hingga 1730. Pada periode itu, Sultan Ahmed III (1703-1730) berkuasa. Dia menghadirkan banyak kemajuan bagi negeri yang dipimpinnya. Sang sultan dibantu sejumlah pejabat yang sangat kompeten, khususnya Nevsehirli Ibrahim (1730) selaku perdana menteri.

Pada masa ini, Kesultanan Utsmaniyyah menikmati berbagai macam terobosan kebudayaan. Nama periode ini diilhami dari bunga tulip yang tumbuh dengan indahnya di Istana Sultan. Pihak istana mengimpor tulip dari Eropa Daratan dengan biaya besar.

Jumlahnya mencapai ribuan tanaman. Perayaan digelar ketika musim tulip bermekaran. Pawai cahaya lilin digelar di seluruh Istanbul. Orang-orang ramai berkumpul di berbagai area terbuka. Berikut ini adalah beberapa bangunan yang terkenal di Turki pada Era Tulip.

Air Mancur Sultan Ahmed III

Air mancur ini berada di alun-alun Gerbang Imperial Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Kolam pancuran ini dibangun pada masa Sultan Ottoman Ahmed III, tepatnya tahun 1728. Gaya arsitekturnya begitu merepresentasikan tren selama Periode Tulip. Tak hanya dijadikan sebagai hiasan, air mancur ini juga dijadikan titik tempat berkumpul bagi masyarakat Utsmaniyyah.

Air mancur Ahmed III ini berada tepat di bekas air mancur pada masa Bizantium. Dahulu, namanya adalah Perayton. Air mancur lain yang dibangun selama Kekaisaran Bizantium berdiri di situs sebelum air mancur ini. Arsitektur eksterior mencerminkan perpaduan antara gaya tradisional Utsmaniyyah dan Barat.

Masjid Ortakoy

Nama resminya adalah Buyu Mecidiye Camii (Masjid Agung Sultan Abdulmajid). Lokasinya di Besiktas, Istanbul, Turki. Bangunan indah itu terletak di sekitar Alun-alun Ortakoy. Masjid Ortakoy, demikian ia populer disebut, merupakan salah satu destinasi paling populer di Bosphorus.

Masjid tersebut mulanya diinisiasi menantu perdana menteri Ibrahim Pasha. Pembangunan selesai pada 1721. Bangunan ini sempat direnovasi antara tahun 1854 dan 1856. Kali ini, lokasinya ditetapkan berada di atas reruntuhan Istana Cantemir. Yang menjadi arsiteknya adalah Armenia Garabet Amira Balyan dan Nigogayos Balyan. Keduanya adalah bapak-anak.

Masjid Tombul

Masjid Sherif Halil Pasha lebih dikenal sebagai Masjid Tombul. Lokasinya di Shumen (kini bagian dari Bulgaria). Masjid ini merupakan yang terbesar di Bulgaria atau salah satu yang terbesar di Semenanjung Balkan.

Pembangunannya berlangsung antara tahun 1740 dan 1744. Masjid ini awalnya terletak di pusat kota Bulgaria timur laut yang pada saat itu menjadi bagian wilayah Kesultanan Utsmaniyyah. Penamaan masjid ini merujuk pada bentuk kubahnya. Masjid Tombul dinilai monumental karena keindahan arsitekturnya merepresentasikan corak khas Era Tulip.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA