Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pakistan Panggil Dubes Norwegia Terkait Pembakaran Alquran

Ahad 24 Nov 2019 09:48 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Friska Yolanda

Warga Pakistan mengangkat tinggi Alquran di kepala dalam aksi protes di Lahore, Pakistan, Sabtu (23/11). Warga memprotes aksi bakar Alquran yang dilakukan oleh demonstran anti-Islam pekan lalu.

Warga Pakistan mengangkat tinggi Alquran di kepala dalam aksi protes di Lahore, Pakistan, Sabtu (23/11). Warga memprotes aksi bakar Alquran yang dilakukan oleh demonstran anti-Islam pekan lalu.

Foto: AP Photo/K.M. Chaudary
Pembakaran Alquran menyakiti 1,3 miliar Muslim di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pemerintah Pakistan memanggil duta besar Norwegia untuk menyampaikan kekecewaannya atas insiden pembakaran Alquran. Langkah itu dilakukan Pakistan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria Norwegia melakukan pembakaran Alquran dalam sebuah demonstrasi anti-Islam pekan lalu. 

Seperti dilansir The National pada Ahad (24/11), Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan pihaknya telah memanggil dubes Norwegia untuk menyampaikan keprihatinan mendalam dari masyarakat Pakistan atas peristiwa pembakaran Alquran itu. 

Baca Juga

"Tindakan seperti itu menyakiti 1,3 miliar Muslim di seluruh dunia," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya. 

Lebih lanjut dalam pernyataan itu Pemerintah Pakistan mendesak agar pelaku yang melakukan pembakaran Alquran dalam demonstrasi anti-Islam di kota Kristiansand, Norwegia itu segera ditindak. Reaksi dari Pemerintah Pakistan itu muncul setelah video itu beredar di media sosial menunjukan seorang pria non-Muslim membakar kitab Alquran. 

Dalam video itu juga terlihat seorang pemuda Muslim melompati pagar dan menendang orang yang melakukan pembakaran Alquran. Insiden itu pun mengundang kecaman, Pakistan memuji pria yang bertindak sebagai pahlawan karena menyelamatkan Al Qur'an dari orang yang membakarnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA