Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Bluebird Beri Beasiswa Putra-Putri Pengemudi

Sabtu 23 Nov 2019 21:19 WIB

Red: Budi Raharjo

Bluebird berbagi kebahagiaan kepada keluarga pengemudi dan masyarakat dengan memberikan beasiswa pendidikan.

Bluebird berbagi kebahagiaan kepada keluarga pengemudi dan masyarakat dengan memberikan beasiswa pendidikan.

Mereka yang bertekad mengubah nasib keluarganya akan mendapatkan beasiswa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak sekadar mengejar profit, PT Bluebird berbagi kebahagiaan kepada keluarga pengemudi dan masyarakat. Caranya dengan memberikan beasiswa bagi putra-putri pengemudi Bluebird dan masyarakat mulai dari tingkat SLTP hingga perguruan tinggi.

Dirut PT Bluebird Noni Purnomo menyebutkan tahun ini Bluebird menganggarkan dana sebesar Rp 4,5 miliar yang akan dialokasikan bagi sekitar 4.000 penerima beasiswa. "Tujuan perusahaan adalah memberikan kebahagiaan, tidak semata-mata demi profit," ujar Noni usai penyerahan beasiswa kepada 1.800 pelajar dan mahasiswa di Balai Prawiro Purnomo Kampus UI  Depok, Sabtu (23/11).

Noni Purnomo mengatakan kemajuan yang dicapai perusahaan dimaksudkan untuk kemajuan bersama. Semua pihak yang terkait perusahaan bisa merasakan kemajuan tersebut. "Bukan hanya diri kita sendiri," katanya menegaskan, dalam keterangan tertulisnya.

Penyerahan beasiswa dihadiri keluarga penerima, jajaran manajemen Bluebird serta pasangan penggagas beasiswa Hj Endang dan H Purnomo. Di acara itu juga diberikan award terhadap putra putri pengemudi dan karyawan Bluebird yang telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi.

Menurut Noni Purnomo program perusahaan sekarang tidak hanya menyasar putra putri pengemudi atau karyawan Bluebird yang berprestasi, tetapi juga mereka yang bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya tetapi terbatas secara finansial. "Jadi mereka yang benar-benar bertekad ingin mengubah nasib dia dan keluarganya, mereka akan mendapatkan beasiswa dari Bluebird," ucap dia.

Kendati menerima beasiswa dari Bluebird, Noni Purnomo mengatakan, para penerimanya tidak terikat untuk bekerja di perusahaan. Para penerima hanya diwajibkan memberikan motivasi kepada adik-adik mereka untuk meraih prestasi. Namun jika mereka berniat untuk mengabdi di Bluebird, tentu mereka akan mendapatkan prioritas bekerja di perusahaan.

Program Bluebird Peduli yang salah satunya berupa beasiswa dimulai pada 1998. Ketika krisis ekonomi terjadi di Tanah Air, Bluebird melihat pemerintah menghadapi kendala dalam penyelenggaraan pendidikan. Banyak orang tua termasuk para pengemudi dan karyawan Bluebird tidak lagi memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Melihat fenomena itulah Bluebird berinisiatif memberikan beasiswa bidang pendidikan kepada putra-putri pengemudi dan karyawan Bluebird. "Inspirasinya pesan kakek dan nenek saya bahwa pendidikan adalah masa depan bangsa," kata Noni Purnomo.

Bluebird Peduli

Bluebird Peduli tidak hanya menyasar bidang pendidikan, tetapi juga berkembang dalam berbagai bidang seperti lingkungan hidup dan pemberdayaan perempuan yang bertajuk Kartini Bluebird. Banyak perempuan atau istri pengemudi dan karyawan Bluebird memanfaatkan minimnya kondisi ekonomi keluarga dengan bekerja di luar rumah. Bluebird juga memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk belerja di perusahaan seperti menjadi pengemudi atau montir.

Tapi Bluebird juga memberikan kesempatan kepada istri-istri pengemudi atau karyawan Blubird untuk bekerja di rumah dengan cara memberikan berbagai pelatihan seperti menjahit, memasak atau membuat kue. Bluebird sudah berkolaborasi dengan perusahaan e-commerce agar para istri pengemudi dan karyawan Bluebird bisa menjual produknya secara online.

Pada dasarnya, kata Noni Purnomo menegaskan, Bluebird itu adalah burung pembawa kebahagiaan. "Kebahagiaan itu dimanifestasikan ketika kita mampu memberikan yang lain, dan ini merupakan bentuk syukur agar nantinya terus bisa berbagi," kata dia.

Salah seorang penerima beasiswa Muhammad Tio Faizin (21) yang merupakan lulusan program studi Meteorologi yang berada di bawah Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB meraih Cumlaude dengan IPK 3,76. Mahasiswa yang ikut wisuda pertama Tahun Akademik 2019/2020 mengaku banyak terbantu dari beasiswa Bluebird.

Putra pertama dari pasangan Adi Gunawan dan Iswati ini bisa dibilang perjalanan pendidikannya selalu mendapatkan beasiswa. Tio panggilannya mengaku, menerima beasiswa sejak SMA dan kemudian lolos menjadi mahasiswa ITB melalui jalur bidik misi.

Tio mengucapkan terima kasih atas beasiswa yang diterima selama ini, dan selanjutnya akan mencari kerja untuk jangka waktu sekitar dua tahun untuk mencari pengalaman, sebelum melanjutkan pendidikan jenjang S2 di Jepang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA