Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Amartha Hangtuah ke Final Piala Presiden Bolabasket 2019

Sabtu 23 Nov 2019 21:11 WIB

Red: Israr Itah

Ekspresi kebahagiaan para pemain Amartha Hangtuah usai memastikan langkah ke final Piala Presiden Bolabasket 2019.

Ekspresi kebahagiaan para pemain Amartha Hangtuah usai memastikan langkah ke final Piala Presiden Bolabasket 2019.

Foto: Dok Piala Presiden Bolabasket 2019.
Hangtuah menaklukkan Satya Wacana 65-57 dalam pertarungan sengit pada semifinal.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Amartha Hangtuah membalas tunai kekalahan yang diderita dari Satya Wacana Salatiga pada penyisihan Grup A Piala Presiden Bolabasket 2019. Hangtuah menaklukkan Satya Wacana 65-57 dalam pertarungan sengit pada semifinal yang berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (23/11). Kemenangan ini sekaligus memenuhi target manajemen tim untuk lolos ke final turnamen pramusim IBL tersebut

Sevly Rondonuwu kembali menjadi penyumbang angka terbanyak Hangtuah lewat 27 poin yang 15 di antaranya dicetak melalui tembakan tiga angka. Menyusul Sevly, Fisyaful Amir mengeksploitasi paint area Satya Wacana yang rapuh dan meraup 15 poin serta tujuh rebound.

Pemain All-Star IBL musim lalu, Abraham Wenas, berhasil kembali menemukan ritme permainan terbaiknya dan turut menyumbangkan 12 poin.

Baca Juga

Sedangkan point guard berpengalaman, Kelly Purwanto tak mencetak angka, namun ia bertanggung jawab mengatur ritme serangan Hangtuah dan tercatat mengirimkan sembilan poin disertai delapan rebound. Hangtuah menghadapi Satria Muda Pertamina pada laga final.

Kemenangan Hangtuah kali ini tidak lepas dari keberhasilan mereka mematikan pergerakan sekaligus aliran bola keada barisan penembak jitu Satya Wacana. Andre Ardiano dan Antoni Erga sama-sama cuma diberi kesempatan mencetak lima poin.

Matinya tembakan perimeter memang memaksa Satya Wacana mengandalkan area dalam, terlihat dengan koleksi 12 poin dan tujuh rebound milik David Nuban.

Alexander Franklyn menyusul dengan 11 poin, Hengky Lakay menorehkan 10 poin dan 12 reboundm serta Bryan Adha Praditya sembilan poin dan sembilan rebound. Namun itu semua tak cukup menghindarkan Satya Wacana dari kekalahan.

Setelah memetik kemenangan pada dua laga sebelumnya dengan bangkit dari keadaan tertinggal hingga separuh awal pertandingan, Satya Wacana seolah memasuki situasi baru yang membuat Erga dkk kaget bagaimana harus bersikap.

Keunggulan 23-26 yang sempat dimiliki Satya Wacana hingga separuh awal laga, raib ketika Amir sukses melakukan three-point play pada sisa waktu lima menit 47 detik demi membawa Hangtuah unggul 35-30.

Sejak itu, momentum berayun ke arah Hangtuah termasuk ketika Abraham melesakkan tripoin buzzer beater menutup kuarter ketiga dengan keunggulan telak 49-32.

Tak mau mengalami nasib serupa pertemuan pertama, Hangtuah menjaga fokus bertanding mereka bahkan sukses menangkal strategi full-court press yang dilancarkan Satya Wacana pada kuarter pemungkas.

Satya Wacana berusaha bangkit dan memangkas jarak menjadi 57-63 lewat layup Franklyn, namun waktu pertandingan hanya menyisakan 14 detik. Dua lemparan bebas Sevly memastikan kemenangan Hangtuah 65-57 dan satu tiket partai final di tangan.

Pelatih Amartha Hangtuah, Harry Prayogo, menegaskan bahwa kelolosan timnya ke final Piala Presiden merupakan buah dari kerja keras semua elemen.

"Buat saya, keberhasilan ini adalah berkat kerja keras semua pihak, mulai dari pemain hinggga coaching staff. Kami bekerja sama dengan baik dan mampu menjalankan game plan yang ada," ujar Harry.

"Saya minta kepada anak-anak untuk fokus sama skuat yang ada. Maklum, karena kebetulan kami kena musibah dengan cederanya tiga pemain kami pada Piala Presiden. Saya minta mereka tetap yakin."

Terkait strategi permainan, Harry memerintahkan para pemainnya untuk menjaga ketat dua guard andalan Satya Wacana yakni Andre Adrianno dan Antoni Erga.

"Saya terkejut sekaligus kagum dengan Sevly karena awalnya saya hanya minta dia jaga mati Andre Adrianno. Nyatanya, dia tak cuma menjaga mati Andre, tetapi juga mencetak 27 poin. Ini luar biasa," ucap Harry melanjutkan.

Untuk laga final nanti, Amartha Hangtuah akan menghadapi Satria Muda Pertamina yang sukses menyingkirkan Pelita Jaya Basketball pada laga semifinal. Beberapa waktu lalu, dalam scrimmage game atau laga uji coba di GBK Arena, 6 November 2019, Amartha Hangtuah mampu menaklukkan Satria Muda dengan skor 74-71.

Hasil uji coba kala itu diharapkan Harry bisa membuat para pemainnya termotivasi sehingga bisa menutup Piala Presiden dengan manis.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA