Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

IWF 2019 Dorong Nilai-Nilai Inklusif

Ahad 24 Nov 2019 00:19 WIB

Rep: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)/ Red: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Para wanita diajak jadi agen perubahan untuk mendorong nilai-nilai inklusif.

CEKNRICEK.COM -- Indonesian Women’s Forum (IWF) 2019 baru saja selesai digelar. Ajang pertemuan berjejaring wanita kelas menengah yang berkarier, berwirausaha, maupun homemaker terbesar di Indonesia itu menghadirkan rangkaian kegiatan seperti konferensi, kelas-kelas workshop dan festival produk lokal, di Gandaria City Hall Jakarta, Kamis (21/11) dan Jumat (22/11). 

Inklusif menjadi tema IWF 2019: Bringing the Best of Indonesian Women dan Indonesia Young Creator’s Lab (IYCL) 2019: Speak Loudly, Act Boldly. Menanamkan sikap inklusif sejak dini, dalam keluarga sebagai pola asuh dan pendidikan di sekolah merupakan langkah yang efektif.

"Kami ingin mendorong kemajuan dan kemandirian wanita Indonesia. Mengajak para wanita untuk turut ambil bagian, menjadi agen perubahan untuk mendorong nilai-nilai inklusif. Karena, bersama kita berdaya di lingkungan bisnis, sosial maupun profesional,” kata Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi Femina dan direktur editorial Prana Group.

Tahun lalu, IWF pertama berlangsung selama dua hari dan sukses dihadiri oleh 2.000 lebih wanita. Tiga wanita menteri di Kabinet Kerja saat itu hadir menjadi keynote speaker. Mereka Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan Menko PMK, Puan Maharani. Ada juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Fashion & Cultural Festival 2019 Hadirkan Tokoh-Tokoh Perempuan Inspiratif

IWF tahun ini menghadirkan keynote speaker, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan sejumlah pembicara lain seperti Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua KPK terpilih 2019-2023; Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation; Ernest Prakasa, komika; Ari Satria, S.E, MA, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan RI; dan 50 lebih pembicara lainnya.

Menurut Petty S. Fatimah, memiliki aspek inklusi harus ditanamkan kepada semua orang sejak kecil melalui keluarga dan pendidikan. Peran wanita menjadi penting sebagai agen pengubah di masyarakat. 

Seusai konferensi, peserta dapat memilih belajar lebih dalam melalui kelas-kelas masterclass dengan para pembicara dan praktisi hebat dengan tiga tema besar, yaitu professional skill (dari leadership hingga bisnis), personal skill (dari parenting hingga beauty class), dan lifestyle (dari perlindungan data pribadi hingga wellbeing).

"Kami menargetkan, 3.000 orang hadir mengikuti kegiatan selama dua hari. Diharapkan keikutsertaan mereka akan memberikan perspektif baru mengenai Indonesia dengan keberagamannya," ujar Petty, belum lama ini.

BACA JUGA: Cek SENI & BUDAYA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.

Editor: Farid R Iskandar

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA