Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Tanggap Darurat Bencana di Agam Jadi 15 Hari

Jumat 22 Nov 2019 16:40 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam berada di dekat rumah yang rusak diterjang banjir bandang, di Jorong Galapuang, Nagari Tanjungsani, Kab.Agam, Sumatera Barat, Kamis (21/11/2019).

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam berada di dekat rumah yang rusak diterjang banjir bandang, di Jorong Galapuang, Nagari Tanjungsani, Kab.Agam, Sumatera Barat, Kamis (21/11/2019).

Foto: Antara/Kuraiman
Masa tanggap darurat pascabanjir bandang di Agam harus diperpanjang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Bupati Agam Indra Catri mengubah masa tanggap darurat bencana di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menjadi 15 hari terhitung sejak Kamis (21/11). Sebelumnya Indra menetapkan masa tanggap darurat bencana selama tiga hari pascabanjir bandang melanda Jorong Galapuang pada Rabu (20/11) malam WIB. Ia merasa masa tanggap darurat harus diperpanjang karena ingin memastikan tidak ada lagi potensi bencana susulan.

"Masa tanggap darurat kami tetapkan 15 hari. Dengan catatan dilihat betul dan dicek betul ke lapangan. Saya maunya setelah ini tidak ada lagi longsor dan tidak ada lagi bencana," kata Indra di Jorong Galapuang, Jumat (22/11).

Indra menyebutkan saat ini tim dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Agam melakukan penyisiran ke atas Bukit Kuduak Banting yang merupakan titik datangnya banjir bandang. BPBD ingin memastikan lokasi perbukitan yang retak dan mana yang berpotensi longsor. Lahan berpotensi longsor tersebut akan dirontokkan sehingga aman  buat warga yang bermukim di bawahnya.

Untuk proses rehabilitasi dan rekontruksi pemerintah kata Indra akan dilakukan setelah dilakukan evakuasi menyeluruh dan pembersihkan lokasi dari material banjir bandang.

Sebelumnya Wakil Bupati Kabupaten Agam Trinda Farhan Satria mengatakan di daerahnya terdapat lima kecamatan yang tergolong rawan bencana banjir bandang dan tanah longsor. Yakni kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan 4 Koto, Kecamatan Palupuah, Kecamatan Malalak, dan kecamatan Palembayan. Lima kecamatan tersebut menurut Trinda terletak di punggung bukit barisan.

"Memang ada lima kecamatan di Agam ini rawan. Apalagi kalau sudah masuk musim hujan," ucap Trinda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA